Dukungan Lintas Sektor dan Pembebasan Lahan Jadi Kunci Kelancaran Tol

 

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah


PADANG, KITAPUNYA.ID– Pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru untuk seksi Sicincin–Bukittinggi akan segera direalisasikan. Proses ini menyusul pembahasan rencana pembangunan yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), serta pemerintah kabupaten/kota terkait, yakni Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, dan Padang Panjang.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menjelaskan, proyek tol ini akan dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen pertama membentang dari Sicincin/Kayu Tanam hingga Padang Panjang sepanjang 20,3 km, sementara segmen kedua menghubungkan Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 km. Setiap segmen akan dilengkapi satu interchange (simpang susun) untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. 

Total estimasi biaya pembangunan untuk seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun.

“Perencanaan akan menyesuaikan dengan kondisi medan yang kompleks,” ujar Mahyeldi usai rapat pembahasan jalan tol di Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Untuk segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, direncanakan akan dibangun dua terowongan dengan total panjang 5,85 km, yaitu terowongan pertama sepanjang 5,5 km dan terowongan kedua 0,35 km. Skema konstruksi di trase ini menggunakan kombinasi metode: 4,45 km jalan at grade (di atas permukaan tanah), 10 km jembatan, dan sisanya terowongan.

Sementara itu, segmen Bukittinggi–Padang Panjang akan dibangun sebagian besar dengan skema at grade sepanjang 17 km dan jembatan sepanjang 2,71 km. “Karena medan cukup menantang, survei dan analisis komprehensif sangat penting sebagai dasar perencanaan. Saat ini survei topografi telah selesai dilakukan,” tambah Mahyeldi.

Tahap berikutnya adalah survei geoteknik melalui pengeboran vertikal (boring investigation), yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026. Pekerjaan ini baru bisa dilakukan setelah izin memasuki hutan lindung diterbitkan oleh kementerian terkait.

Gubernur Mahyeldi menekankan, agar pembangunan Tol Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang dan Tol Padang Panjang–Bukittinggi dapat berjalan lancar, diperlukan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah di semua tingkatan dan masyarakat, terutama terkait pembebasan lahan.

Selain pemerintah daerah dan Kementerian PU, rapat pembahasan proyek ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, jajaran Kementerian Kehutanan, Direktur Utama Hutama Karya, serta Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia.(def*)

0 Comments