PAYAKUMBUH, KITAPUNYA.ID – Suasana hangat menyelimuti Aula Balai Inseminasi Buatan (BIB) Pertanian, Kelurahan Ibuh, Rabu (4/2/2026). Ratusan warga, mulai dari pelaku UMKM, pengusaha, hingga tokoh masyarakat, berkumpul untuk menyampaikan langsung harapan mereka kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Safar, dalam agenda reses masa persidangan.
Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Limapuluh Kota dan Ketua DPD PKS Kota Payakumbuh, yang turut menyaksikan antusiasme warga Kecamatan Payakumbuh Barat dalam menyuarakan kebutuhan daerahnya.
UMKM dan Pertanian Jadi Sorotan Utama
Dalam sesi dialog yang berlangsung dinamis, para pelaku UMKM menjadi kelompok yang paling vokal. Mereka menitipkan harapan besar agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan nyata, terutama terkait akses permodalan yang lebih mudah dan pelatihan manajerial usaha.
“Kami butuh dukungan pemasaran produk lokal agar bisa naik kelas. Selain modal, pelatihan dan kemudahan akses pasar adalah kunci agar usaha kecil kami mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” ungkap salah seorang peserta reses.
Tak hanya soal UMKM, warga juga mengangkat isu krusial di sektor pertanian dan infrastruktur penunjang ekonomi. Mereka mendesak adanya perbaikan sarana yang mampu memangkas biaya logistik hasil tani serta program pemberdayaan yang menyentuh akar rumput.
Komitmen Pengawalan di Tingkat Provinsi
Merespons beragam masukan tersebut, Irsyad Safar menegaskan bahwa reses adalah "belanja masalah" yang akan ia perjuangkan di meja legislatif. Ia mencatat setiap poin aspirasi sebagai bahan baku penyusunan program dan kebijakan di tingkat provinsi.
“Semua masukan dari masyarakat, pelaku UMKM, dan pengusaha telah kami catat. Ini adalah amanah yang akan kami perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan provinsi,” tegas Irsyad Safar di hadapan ratusan konstituennya.
Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi
Irsyad Safar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
“Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat. Jika ini berjalan selaras, kesejahteraan warga akan lebih cepat terwujud,” pungkasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang penuh keakraban, mencerminkan kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat pemilihnya. (*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna