Kalahkan Kota-Kota Besar, Stasiun Padang Jadi Magnet Mudik Terpopuler Kedua di Indonesia

 


PADANG – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh dunia transportasi Sumatera Barat pada musim mudik tahun ini. 

Stasiun Padang resmi dinobatkan sebagai stasiun terfavorit kedua di tingkat nasional untuk kategori keberangkatan dan tujuan kereta api (KA) lokal selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Padang berhasil bersaing ketat dengan stasiun-stasiun besar di Pulau Jawa, hanya terpaut satu peringkat di bawah Stasiun Sukabumi, Jawa Barat.

Catatan Angka yang Fantastis

Antusiasme masyarakat Ranah Minang dalam menggunakan moda transportasi berbasis rel ini terlihat dari lonjakan penumpang yang signifikan. Hingga 30 April 2026, tercatat sebanyak 36.976 penumpang berangkat dari Stasiun Padang, sementara 36.419 penumpang tercatat menjadikan stasiun ini sebagai tujuan akhir mereka.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat.

“Stasiun Padang berhasil menempati posisi kedua nasional. Ini adalah hasil dari komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang selamat, aman, nyaman, dan yang paling penting, tepat waktu,” ujar Reza Shahab saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/3).

Andalan Mudik: 616 Perjalanan dalam 22 Hari

Selama masa angkutan Lebaran, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 616 perjalanan kereta api lokal, atau rata-rata 28 perjalanan setiap harinya. Tiga layanan utama yang menjadi tulang punggung mobilitas warga adalah:

KA Pariaman Ekspres (Pauhlina–Naras PP) – 10 Perjalanan.

KA Minangkabau Ekspres (Pulau Aie–BIM PP) – 12 Perjalanan.

KA Lembah Anai (Padang–Kayu Tanam PP) – 6 Perjalanan.

Dengan total kapasitas mencapai 171.424 tempat duduk, KAI Divre II Sumbar mampu melayani rata-rata 7.792 penumpang per hari dengan efisien.

Simpul Strategis Ekonomi dan Mobilitas

Capaian ini mempertegas peran Stasiun Padang bukan hanya sebagai tempat transit, melainkan simpul transportasi strategis yang mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi regional. Kereta api lokal kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghindari kemacetan di jalan raya, terutama saat momen libur panjang.

Reza Shahab menambahkan bahwa pihaknya tidak akan berpuas diri dengan prestasi ini. Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan, baik dari sisi fasilitas stasiun maupun operasional di lapangan.

“Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudiknya kepada kami. Dukungan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang lebih baik bagi Sumatera Barat,” pungkasnya.



0 Comments