![]() |
| Layanan kesehatan untuk warga Malalak dari IDI Agam. Ist |
AGAM, KITAPUNYA.ID – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Agam menggelar kegiatan bakti sosial berupa pengobatan spesialistik bagi masyarakat Kecamatan Malalak pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Malalak sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam.
Ketua IDI Cabang Agam, dr. Valencia, MARS, Sp.PA, menjelaskan bahwa Malalak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena hingga saat ini akses utama Padang–Bukittinggi melalui Malalak masih terputus. Beberapa titik jalan mengalami amblas akibat longsor susulan, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengakses fasilitas kesehatan rujukan.
“Selama ini pasien dari Malalak biasanya dirujuk ke RSAM atau RS YARSI Bukittinggi. Namun karena akses jalan terputus, pasien kesulitan melanjutkan pengobatan, terutama pasien penyakit kronis,” ujar dr. Valencia.
Ia menambahkan, banyak pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, asma, epilepsi, dan gangguan tiroid mengeluhkan kesulitan berobat. Sebagian bahkan terpaksa menghentikan pengobatan karena harus mencari rumah sakit baru yang belum mereka kenal.
“Karena kondisi inilah IDI Cabang Agam hadir langsung ke Malalak untuk membantu pelayanan pengobatan spesialistik, khususnya bagi pasien prolanis,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 pasien mendapatkan layanan kesehatan dari dokter spesialis Penyakit Dalam, Bedah, Anak, Paru, Kulit dan Kelamin, serta Neurologi. Kasus terbanyak pada anak-anak adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun tim medis juga menemukan satu kasus anak dengan morbili disertai dehidrasi sedang hingga berat yang sebenarnya memerlukan perawatan inap, meskipun orang tua pasien keberatan untuk dilakukan rawat inap.
Selain pelayanan medis, IDI Cabang Agam juga menyerahkan bantuan berupa satu unit kursi roda kepada seorang pasien diabetes tidak terkontrol yang telah menjalani amputasi kaki dan mengalami kesulitan mobilitas untuk berobat ke rumah sakit.
Tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, IDI Cabang Agam juga aktif dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Saat ini, IDI Agam sedang mengupayakan pembangunan bak penampung air dari sumber mata air di belakang Masjid Syekh Amrullah Sungai Batang. Air tersebut nantinya akan dialirkan ke rumah-rumah warga di Jorong Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, melalui sistem perpipaan.
“Sistem perpipaan air bersih sebelumnya rusak akibat bencana galodo di Maninjau. Selain itu, kami juga sedang mengupayakan pembuatan sumur bor di Puskesmas Maninjau yang sampai sekarang belum memiliki sumber air bersih sendiri,” kata dr. Valencia.
Untuk agenda ke depan, IDI Cabang Agam berencana melanjutkan kegiatan kemanusiaan dengan mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Agam. Kunjungan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar warga terdampak bencana yang saat ini tinggal di Huntara yang telah disiapkan oleh pemerintah.
“InsyaAllah, IDI Cabang Agam akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di masa pemulihan pascabencana,” tutup dr. Valencia.

0 Comments