Kampus Padang Buka Peluang Pertukaran Olahraga Internasional

 

UNP Tandatangani MoU dengan Ball Badminton ASEAN


PADANG– Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) tampak berbeda pada Kamis (29/1/2026). Bukan karena wisuda atau seminar ilmiah, melainkan sebuah peristiwa yang menarik perhatian: penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNP dan Presiden Ball Badminton ASEAN, Mr. Ravichandren Raman. Kesepakatan ini menandai langkah strategis memperkenalkan cabang olahraga Ball Badminton ke ranah akademik.

MoU tersebut ditandatangani di lingkungan kampus UNP, Sumatera Barat, dengan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Prof. Nurul Ihsan, mewakili rektor sebagai pihak institusi. Kesepakatan ini menjadi tanda bahwa olahraga alternatif kini mulai mendapat perhatian di perguruan tinggi.

Mr. Ravichandren Raman hadir bersama rombongan, termasuk Bay Kati, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ball Badminton Seluruh Indonesia (PB BBSI), dan Danil Taruddin, Penasehat yang mewakili Pembina PB BBSI, Cindy Monica Salsabila Setiawan. Ketua Umum PB BBSI, Joe Aplinanda, juga turut hadir dalam agenda penting ini.

MoU ini tidak sekadar seremoni. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Ball Badminton di masyarakat luas, dengan UNP Padang sebagai pusat penggerak di tingkat perguruan tinggi. Inisiatif ini menegaskan peran kampus dalam membentuk atlet sekaligus pengelola olahraga modern.

Selain itu, kesepakatan ini dianggap sebagai bagian dari strategi diplomasi olahraga ASEAN. Kehadiran Ball Badminton di dunia akademik Indonesia membuka peluang pertukaran pelatih, penelitian keolahragaan, hingga penyelenggaraan kompetisi internasional yang melibatkan mahasiswa lintas negara.

Prof. Nurul Ihsan menegaskan bahwa FIK UNP siap menjadi laboratorium pengembangan Ball Badminton, baik dari sisi pembinaan atlet, pengembangan kurikulum, maupun penelitian ilmiah. Ia menilai olahraga ini potensial karena sifatnya inklusif dan mudah diterima oleh generasi muda.

Meski begitu, langkah ini memicu perdebatan di kalangan pengamat olahraga nasional. Sebagian menilai Ball Badminton masih “pendatang baru,” namun banyak pihak menilai keputusan UNP sebagai langkah berani dan visioner. 

Kampus sekali lagi membuktikan diri bukan hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga arena strategis bagi perkembangan olahraga masa depan.(def*)

0 Comments