![]() |
| Gubernur Sumbar meresmikan Kantor Kaloborasi Medis Putra Hospital Melaka dan Universitas Fort De Kock. |
BUKITTINGGI, KITAPUNYA.ID — Masyarakat Sumatera Barat kini memiliki akses yang lebih terbuka untuk memperoleh informasi, konsultasi, serta layanan rujukan kesehatan ke Putra Specialist Hospital Melaka, Malaysia. Kemudahan tersebut hadir melalui Kantor Kolaborasi Medis yang diresmikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Kampus Universitas Fort De Kock (UFDK) Bukittinggi, Jumat (14/8/2026).
Kantor tersebut diharapkan menjadi pusat informasi sekaligus penghubung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis tertentu yang belum tersedia di dalam daerah atau memerlukan penanganan lanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan memperlancar mekanisme rujukan serta mendorong pertukaran ilmu dan keahlian di bidang kesehatan.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kerja sama yang melibatkan UFDK, PT Mitra Karya, dan Putra Specialist Hospital Melaka. Ia menilai kolaborasi antarinstansi, termasuk dengan mitra dari luar negeri, penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan tenaga medis berkualitas.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyambut baik kerja sama antara Fort De Kock, PT Mitra Karya, dan Putra Specialist Hospital Melaka. Tidak ada sesuatu yang akan sukses tanpa adanya kerja sama dan kolaborasi,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sektor pendidikan. Mahasiswa UFDK berpeluang mendapatkan pengalaman praktik serta memperluas wawasan mengenai pelayanan kesehatan berstandar internasional melalui hubungan dengan rumah sakit di Melaka.
Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar akan terus mendorong terjalinnya kerja sama serupa dengan berbagai lembaga. Jejaring internasional dinilai dapat menjadi sarana pertukaran tenaga ahli, teknologi, pengetahuan, dan pengalaman yang pada akhirnya mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan di Sumbar.
Ia juga menyebut kerja sama tersebut sejalan dengan upaya Sumbar memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan Samudra Hindia. Hubungan internasional yang semakin luas diyakini dapat membuka peluang baru dalam bidang kesehatan, pendidikan, maupun sektor strategis lainnya.
Sementara itu, CEO Putra Specialist Hospital Melaka, Encik Muhammad Zairuddin bin Ahmad, mengatakan Kantor Kolaborasi Medis tersebut dirancang bukan hanya sebagai fasilitas administratif. Kehadirannya diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi, menjalani konsultasi, hingga mengurus proses rujukan ke Melaka secara lebih terarah.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan rujukan diupayakan berlangsung secara mudah dan sistematis, mulai dari pemberian informasi awal, konsultasi, proses rujukan, hingga penyusunan rencana perawatan bagi pasien.
Selain pelayanan rujukan, kerja sama tersebut juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, keahlian, dan pengalaman di sektor kesehatan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah medical tourism, sehingga pasien dan keluarga yang berobat ke Melaka dapat sekaligus mengenal potensi budaya dan wisatanya.
Sebaliknya, masyarakat Melaka juga memiliki kesempatan untuk mengenal berbagai destinasi wisata dan kekayaan budaya yang dimiliki Sumatera Barat.
Mahyeldi menegaskan pemerintah provinsi akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat. Ia berharap Kantor Kolaborasi Medis tersebut dapat menjadi penghubung yang memperkuat hubungan antara Sumatera Barat dan Melaka sekaligus memberikan pilihan akses layanan kesehatan yang semakin berkualitas.(def*)
