Foto bersama. Ist 

JAKARTA, KITAPUNYA.ID -Di era modern, konsep halal bagi konsumen dunia kini telah bergeser jauh. Halal tidak lagi sekadar urusan cap atau sertifikasi kepatuhan di kemasan produk, melainkan telah bermutasi menjadi fondasi transparansi, integritas, dan strategi bisnis menyeluruh (value-driven brand).

Perspektif segar inilah yang dikupas tuntas dalam peluncuran buku "Authentic Halal Brand: Dilengkapi Studi Kasus Merek yang Mengusung Nilai-nilai Halal" terbitan IHATEC Publisher yang resmi dirilis pada 20 Mei 2026 kemarin.

Menariknya, dua jenama raksasa asli Indonesia produksi ParagonCorp—Wardah dan Kahf—langsung mencuri panggung. Keduanya dinobatkan dan nangkring di tingkat maturitas tertinggi, yaitu Level 4 Authentic Halal Brand.

Founder & CEO Inspark Indonesia sekaligus sang penggagas konsep, Dr. Wahyu T. Setyobudi, memaparkan bahwa di tengah ketatnya persaingan industri global, brand dituntut mampu mengalirkan nilai halal ke dalam identitas, budaya perusahaan, hingga pengalaman riil konsumen.

“Authentic Halal Brand tumbuh dari kepedulian nyata sebuah brand untuk menjadikan nilai halal bukan sekadar atribut, melainkan value yang menyatu, menghidupkan arah bisnis, budaya, inovasi, hingga makna yang dirasakan konsumen,” terang Dr. Wahyu.

Wardah: Mengubah Wajah Industri Kecantikan Indonesia

Dalam buku tersebut, Wardah dibedah sebagai pionir yang sukses meruntuhkan stigma lama dan mengubah peta industri kosmetik nasional. Sejak awal berdiri, Wardah konsisten menghidupkan nilai halal sebagai pemantik keberanian, keberdayaan perempuan, serta relevansi inklusif yang melintasi generasi.

Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare ParagonCorp, Novia Sukmawaty, menegaskan bahwa bagi mereka, halal adalah jangkar untuk menebar dampak sosial yang masif.

“Bagi Wardah, halal bukan hanya tentang apa yang boleh digunakan, tetapi tentang bagaimana sebuah brand dapat menghadirkan rasa aman, percaya, dan kebermanfaatan secara konsisten. Kami percaya halal harus hidup dalam kualitas produk berbasis sains, komunikasi yang bertanggung jawab, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelas Novia.

Kahf: Kompas Hijrah dan Gaya Hidup Pria Modern

Jika Wardah menyasar pasar kecantikan global, Kahf dipandang sangat cerdas dalam menerjemahkan nilai halal secara kontekstual bagi kaum adam. Kahf diposisikan sebagai companion brand—sahabat karib yang menemani perjalanan para pria modern untuk bertransformasi menjadi versi terbaik mereka tanpa kesan menggurui.

Group Head of Brand Development PC & Innovation Kahf, Andrie Kurniarahman, menyebutkan bahwa konsumen hari ini sangat kritis dan mendambakan keaslian (authenticity).

“Bagi Kahf, halal diterjemahkan secara relevan dalam kehidupan pria modern. Kami ingin tumbuh bersama konsumen dengan membangun ekosistem positif bersama komunitas dan partner yang memiliki semangat sejalan,” ungkap Andrie.

Kompas Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Buku Authentic Halal Brand tidak hanya membedah industri kosmetik. Di dalamnya bertabur berbagai studi kasus lintas sektor, mulai dari industri makanan, logistik, hingga hospitality (perhotelan).

Melalui literatur ini, IHATEC menaruh harapan besar agar para pelaku industri di Indonesia maupun global dapat mengubah cara pandang mereka: melihat halal bukan lagi sebagai beban administrasi atau standar kepatuhan semata, melainkan sebagai mesin pertumbuhan bisnis yang adaptif, tepercaya, dan berdampak luas bagi umat.