Warga Danau Maninjau Antusias Sambut Ritual Balimau

 

Yusnani melayani pembeli perlengkapan balimau di Pasar Maninjau Kabupaten Agam


AGAM– Pedagang perlengkapan tradisi balimau di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menikmati lonjakan penjualan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Yusnani (83), salah seorang pedagang, mengatakan bahwa dirinya rutin membuka lapak menjelang Ramadhan untuk menjual perlengkapan balimau.

“Berjualan perlengkapan balimau sudah menjadi kegiatan rutin kami beberapa hari sebelum Ramadhan,” ujarnya saat ditemui di Pasar Maninjau, Selasa.

Tradisi balimau merupakan kebiasaan masyarakat Minangkabau untuk menyucikan diri sebelum memasuki bulan puasa. Ritual ini umumnya menggunakan bahan-bahan alami seperti jeruk nipis, jeruk purut, daun pandan, bunga mawar, bunga kenanga, daun nilam, dan air mawar.

Setiap paket perlengkapan balimau dijual dengan harga Rp5.000. Selain untuk ritual balimau, perlengkapan ini juga sering dimanfaatkan masyarakat ketika berziarah ke makam keluarga.

“Perlengkapan ini tidak hanya untuk balimau, tapi juga dipakai saat berziarah ke makam kerabat yang sudah meninggal,” tambah Yusnani.

Pedagang berusia 83 tahun ini telah menekuni usaha musiman tersebut selama sekitar 30 tahun, yang turut membantu kebutuhan keluarga dan membesarkan ketiga anaknya. Di luar musim Ramadhan, ia berjualan ikan, sayur-mayur, nangka, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang pembeli, Rukmini, mengaku sengaja datang ke Pasar Maninjau untuk membeli perlengkapan balimau sekaligus memenuhi kebutuhan harian menjelang puasa.

“Biasanya masyarakat di sekitar Danau Maninjau selalu melaksanakan tradisi balimau sebelum Ramadhan,” ujarnya. Menurut Rukmini, meski tidak diwajibkan, tradisi ini menjadi bagian penting dari kebiasaan masyarakat sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki bulan suci.(def*)

0 Comments