Warga Mengharap Program Pemberdayaan Ekonomi Bersamaan dengan Huntap

Asa Warga Huntara Batang Anai: Menanti Huntap, Berharap Modal Usaha Di Bulan Ramadan


PADANG PARIAMAN, KITAPUNYA.ID– Rasa duka akibat bencana alam November 2025 masih membayangi warga yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Kecamatan Batang Anai. 

Selain menantikan hunian tetap, warga kini menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat. Mereka membutuhkan lebih dari sekadar tempat tinggal, tapi juga bantuan modal agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

Bukhari (65), salah satu penyintas yang rumahnya hanyut terbawa arus Sungai Batang Anai, menceritakan sulitnya hidup tanpa penghasilan tetap. Menurutnya, bantuan logistik berupa pangan memang meringankan, tetapi tidak menyelesaikan masalah pokok terkait hilangnya mata pencaharian.

“Sejak tinggal di pengungsian, saya hampir tidak punya penghasilan sama sekali. Ini pukulan berat bagi saya sebagai kepala keluarga,” ungkap Bukhari dengan nada pilu, Selasa (17/2/2026).

Situasi serupa juga dialami puluhan keluarga lain di Huntara. Banyak dari mereka kehilangan pekerjaan karena lahan pertanian rusak parah. 

Sementara kebutuhan mendesak, mulai dari biaya sekolah anak, token listrik, hingga transportasi, tetap harus dipenuhi.

“Kami terpaksa hidup dari belas kasihan orang lain atau meminjam ke sanak saudara. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, kebutuhan pasti meningkat,” tambah Bukhari, disetujui warga lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah bekerja cepat. Sesuai aturan, masa penggunaan Huntara hanya enam bulan, sehingga pemerintah memiliki waktu sekitar empat bulan untuk menyiapkan Hunian Tetap (Huntap).

“Dalam empat bulan ke depan, Huntap harus siap untuk saudara-saudara kita yang kehilangan rumah akibat bencana. Lokasinya akan diprioritaskan di area aman dari banjir dan longsor,” tegas Bupati.

Pemerintah daerah kini fokus pada dua titik pembangunan: Kecamatan Batang Anai dan Asam Pulau. Di Batang Anai, akan dibangun sekitar 80–100 unit Huntap, sedangkan di Asam Pulau diproyeksikan mencapai 100 unit.

Soal lokasi, Pemkab Padang Pariaman menekankan pemanfaatan lahan negara. Namun, jika lahan tidak tersedia, anggaran telah disiapkan untuk pengadaan tanah. Salah satu lokasi alternatif yang tengah dikaji adalah kawasan Tarok City.

“Jika masyarakat memiliki tanah sendiri yang aman dari ancaman banjir dan longsor, hal itu juga bisa digunakan,” jelas John Kenedy Azis.

Bagi warga seperti Bukhari, kepastian hunian tetap menjadi harapan utama. Namun, keberlangsungan hidup sehari-hari juga tak kalah penting. 

Mereka berharap pemerintah tidak hanya membangun rumah, tetapi juga meluncurkan program pemberdayaan ekonomi atau bantuan modal usaha mikro agar dapat kembali mandiri.(def*)

0 Comments