Pekerjaan Akhir Tol Padang–Sicincin Dikebut, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan

 

Tol Padang–Sicincin KM 19+000, maka akan diberlakukan sistem buka tutup


PADANG, KITAPUNYA.ID– Pembangunan jalan tol di Sumatera Barat terus berlanjut. Selain persiapan pengerjaan ruas kedua, yakni Tol Sicincin–Bukittinggi, penyempurnaan ruas pertama Tol Padang–Sicincin juga masih dilakukan.

Sejumlah pekerjaan akhir tengah dikebut pada ruas Tol Padang–Sicincin yang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Padang–Pekanbaru. Salah satu pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah pemasangan girder (erection girder) di KM 19+000.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak usaha dari Hutama Karya. HKI menyampaikan bahwa untuk mendukung proses pekerjaan, akan diberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas pada 23–24 Februari 2026 dan 4–5 Maret 2026, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Manajemen HKI melalui akun media sosial resminya menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan demi kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan selama konstruksi berlangsung. Pengguna jalan diimbau agar lebih berhati-hati, menyesuaikan jadwal perjalanan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sebagai informasi, Tol Padang–Sicincin merupakan jalan tol pertama di Ranah Minang dengan panjang 36,6 kilometer. Ruas ini resmi beroperasi sejak 28 Mei 2025 setelah melalui beberapa tahap uji coba. Kehadirannya menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi di Sumatera Barat.

Proyek ini memiliki perjalanan panjang. Pembangunan dimulai pada 9 Februari 2018, namun sempat mengalami hambatan, terutama dalam proses pembebasan lahan yang berlarut hingga ke ranah hukum. Kondisi tersebut menyebabkan pengerjaan tersendat, bahkan sempat terhenti sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.

Kini, optimisme baru tumbuh seiring rencana pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi yang telah mendapat persetujuan pemerintah pusat dan beberapa kali dibahas di Kementerian Pekerjaan Umum. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun.

Ruas tol kedua ini dirancang dalam dua segmen, yakni Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer. Dalam perencanaannya, tol tersebut akan dilengkapi dua terowongan serta jembatan dengan total panjang sekitar 10 kilometer.(def*)

0 Comments