Lanjutkan Estafet Perjuangan Pendiri, 6 Santri PP Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Sandang Gelar Tuanku

 

Prosesi penyerahan sertifikat untuk Santi yang bisa disebut Tuanku atau ustad di tengah masyarakat. Ist 

PADANG PARIAMAN, KITAPUNYA.ID – Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren (PP) Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas pada Jumat (13/2) malam. 

Dalam sebuah prosesi yang penuh haru, enam santri terpilih resmi menerima ijazah kelulusan. Momen ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengukuhan gelar Tuanku (Ustadz) yang menjadi babak baru bagi mereka untuk berdakwah di tengah masyarakat.

"Setelah menerima ijazah, santri bisa dipanggil Tuanku (Ustadz).  Sebaliknya kalau belum punya ijazah belum bisa dipanggil Tuanku di tengah masyarakat," terang Wali Nagari Tandikek Saharudin, beberapa waktu lalu. 

Penyerahan ijazah ini merupakan amanah langsung dari pendiri pondok pesantren, mendiang Abuya H. Sulkani TK Sutan, yang diteruskan sebagai tradisi penjagaan sanad ilmu.

Daftar Santri yang Dikukuhkan

Keenam santri yang kini berhak menggandeng gelar Tuanku tersebut berasal dari berbagai daerah di Padang Pariaman, yakni:

Abdul Jamil Al Rasyid, S.Hum (Pimpinan PPMINI & putra dari Abuya H. Sulkani TK Sutan) – Tandikek Utara.

Bagas Mulya Perdana – Batu Kalang Utara.

Mandala Adi Putra – Tandikek.

Muhammad Iqbal – Tandikek Barat.

Muhammad Fajar – Tandikek Barat.

Riski Candra, S.Pd – Tandikek Utara.

Pesan Menyentuh dari Sang Guru

Acara ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Abuya TK. Sidi Jalalen, Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah. Beliau merupakan guru dari mendiang H. Sulkani TK Sutan.

Dalam sambutannya, Abuya TK. Sidi Jalalen berpesan agar para santri tidak berhenti pada gelar yang diraih, melainkan terus berjuang mewujudkan cita-cita besar sang pendiri dalam mensyiarkan agama Islam.

"Lanjutkan cita-cita pendiri, jadilah pelita di tengah masyarakat," pesan beliau kepada para santri.

Kemeriahan dan Kehadiran Tokoh Masyarakat

Tak hanya prosesi formal, acara juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah lomba Muhadarah serta Cerdas Cermat antar santri sebagai bentuk apresiasi atas ketangkasan mereka dalam memahami ilmu agama.

Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh penting daerah, di antaranya:

Saharudin (Wali Nagari Tandikek)

Bakri Hosen (Wali Korong Lubuak Aro)

Pemuka masyarakat Lubuak Aro dan tamu undangan dari masyarakat Tandikek.

Guru-guru senior (Guru Tuo) dari PP Madinatul Ilmi Islamiyah Buluah Kasok Sungai Sariak.

Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para lulusan baru agar mampu mengemban amanah sebagai "Tuanku" yang menjadi teladan bagi umat.



0 Comments