![]() |
| Anggota DPR RI Nevi Zuairina menyerahkan bantuan untuk korban galodo di dapilnya. Ist |
PADANG, KITAPUNYA.ID- Menjelang fajar Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Anggota Fraksi PKS DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, memberikan pesan penguatan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya mereka yang tengah diuji oleh musibah bencana alam.
Di tengah duka akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah seperti Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, hingga Lima Puluh Kota, Nevi mengajak warga untuk tetap tegar dan menjadikan Ramadan sebagai "oase" ketenangan batin.
Ramadan sebagai Penguat Jiwa
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Sumbar II, Nevi memahami beratnya beban yang dipikul para korban bencana saat harus menyambut bulan puasa dalam kondisi keterbatasan. Namun, ia menekankan bahwa Ramadan hadir membawa cahaya bagi mereka yang sabar.
“Ramadan hadir bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai cahaya penguat bagi mereka yang sedang diuji. Di balik setiap musibah, Allah SWT menjanjikan kemudahan,” tutur Anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
Momentum Solidaritas dan Kepedulian
Politisi PKS ini mengingatkan bahwa esensi puasa adalah tentang keteguhan mental dan spiritual. Menurutnya, jika seseorang mampu menahan lapar dan dahaga, maka ia sejatinya sedang melatih mental untuk menghadapi ujian hidup yang lebih besar.
Ia pun mengetuk hati seluruh elemen masyarakat untuk tidak membiarkan para korban bencana berjuang sendirian.
“Saudara-saudara kita mungkin kehilangan harta dan tempat tinggal, tetapi jangan sampai kehilangan harapan. Ramadan mengajarkan kita bahwa pertolongan Allah itu dekat,” tambah Nevi dengan penuh empati.
Harapan untuk Pemulihan
Nevi berharap masjid, mushala, dan ruang publik lainnya di wilayah terdampak kembali hidup dengan lantunan doa dan aksi nyata kepedulian. Ia mendorong semangat berbagi (sedekah) ditingkatkan berlipat ganda untuk membantu proses pemulihan para korban.
“Semoga Ramadan tahun ini menjadi bulan pemulihan dan penguatan bagi seluruh masyarakat. Mari kita sambut dengan keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan bahwa Allah SWT tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berserah diri,” tutupnya.
.jpg)
0 Comments