![]() |
TANAH DATAR, KITAPUNYA.ID– Kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya para pengguna jalan raya yang melintasi jalur rawan kecelakaan di Panyalaian. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di kawasan Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat dan komitmen KAI dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di titik yang selama ini dikenal sebagai "jalur tengkorak". Rencananya, fasilitas penyelamatan tersebut akan dibangun di atas lahan milik KAI yang terletak pada KM 79+200 hingga KM 79+325, tepatnya di Jl. Raya Padang Panjang - Bukittinggi.
Dukungan nyata ini diperlihatkan saat jajaran petinggi KAI melakukan tinjauan langsung ke lokasi pada Kamis (19/2). Tak main-main, peninjauan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, COO Danantara Dony Oskaria, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, hingga jajaran Direksi PT KAI (Persero) yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama, Bobby Rasyidin.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa keselamatan publik adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
"Prinsipnya, KAI mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan keselamatan publik. Kehadiran escape ramp ini adalah langkah positif untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Kami siap berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Reza.
Terkait teknis penggunaan lahan, Reza menjelaskan bahwa saat ini prosesnya sedang dalam tahap pembahasan mendalam. Hal ini mencakup kajian teknis agar pembangunan tetap selaras dengan keselamatan operasional kereta api serta memenuhi standar administrasi sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
"Kami memastikan pemanfaatan aset dilakukan secara profesional dan transparan. Harapannya, sinergi ini berjalan optimal sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas demi kenyamanan bertransportasi di Sumatera Barat," tambahnya.
Pembangunan jalur penyelamat ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi kendaraan yang mengalami rem blong atau gangguan teknis saat melewati jalan menurun tajam di kawasan Panyalaian, sehingga potensi fatalitas kecelakaan dapat dihindari di masa depan.

0 Comments