PADANG PARIAMAN, KITAPUNYA.ID – Proses pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Sumatera Barat (Sumbar), yang mencakup jalan, jembatan, serta normalisasi dan pengamanan aliran sungai, menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa bagian yang belum sepenuhnya tuntas.
Perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang (galodo) pada akhir tahun lalu kini telah mencapai sekitar 50 persen. Walaupun belum selesai sepenuhnya, jalur tersebut sudah dapat digunakan secara fungsional oleh masyarakat.
Di sisi lain, pengerjaan normalisasi Sungai Batang Kuranji di Kota Padang juga menunjukkan kemajuan signifikan dan ditargetkan rampung pada akhir April 2026.
Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Sumatera Barat yang dilakukan baru-baru ini.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, yang memimpin rombongan, menyampaikan bahwa penanganan dampak bencana di Sumbar telah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan masih diperlukan penyempurnaan agar hasilnya lebih optimal.
“Kami melihat upaya penanganan sudah berjalan dengan baik, meski belum sepenuhnya sempurna. Ini tentu perlu terus kita kawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau langsung kondisi Bendung Batang Kuranji yang mengalami kerusakan akibat bencana pada November 2025 lalu.
Pelaksana Tugas Direktur Sungai dan Pantai pada Ditjen Sumber Daya Air, Mochammad Dian Alma’ruf, menjelaskan bahwa penanganan sektor sumber daya air ditargetkan selesai pada akhir April 2026.
Ia juga mengungkapkan rencana Kementerian PUPR untuk membangun sabo dam di bagian hulu Sungai Batang Kuranji. Tujuannya adalah menahan material debris agar tidak terbawa ke hilir dan merusak kawasan di bawahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menyebutkan bahwa perbaikan akses jalan di Lembah Anai terus menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, progres perbaikan jalan nasional yang terdampak bencana di wilayah tersebut telah mencapai 50 persen, dan jalur yang sebelumnya terputus kini sudah dapat dilalui kembali.
Elsa juga menambahkan bahwa pihaknya menerima permintaan dari Gubernur Sumbar untuk menangani salah satu ruas jalan provinsi di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
“Jalan tersebut saat ini sudah bisa difungsikan, namun masih membutuhkan penanganan lanjutan agar lebih aman dan optimal,” jelasnya.
Diketahui, jalur Malalak merupakan rute alternatif yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi. Saat jalur Lembah Anai tidak dapat dilalui, jalan ini menjadi pilihan utama. Namun, bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu juga menyebabkan kerusakan cukup parah di kawasan tersebut, termasuk pada jembatan yang perlu diganti.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasi atas upaya Kementerian PUPR dalam menangani dampak bencana di wilayahnya.
Ia berharap seluruh pekerjaan yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Barat.(def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna