Oleh Aqua Dwipayana, Motivator Ternama
Apa pun aktivitas yang kita kerjakan terkait dengan orang lain, berterima kasihlah kepada yang memberi kepercayaan. Amanah itu tidak diberikan ke sembarang orang.
Kenapa perlu bersikap seperti itu? Bukan karena imbalan materi yang diterima, tapi yang paling utama adalah semua amanahnya. Apalagi tidak semua orang memperolehnya. Hanya orang-orang tertentu yang mendapatkannya.
Seluruh kepercayaan itu merupakan lahan ibadah. Semua orang ingin kelak masuk surga. Saat di dunia berinvestasi kebaikan sebanyak-banyaknya. Melakukannya dengan ikhlas.
Setiap ada kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apa pun itu lakukanlah yang terbaik tanpa pamrih. Jangan sedikit pun ragu melaksanakannya.
Awali semua aktivitas mulia itu dengan niat ibadah. Sepenuhnya karena TUHAN. Hal itu membuat totalitas melakukannya dan insyaALLAH lancar serta hasilnya berkualitas.
Tidak semua orang setiap hari mendapatkan lahan ibadah. Apalagi jika niatnya karena faktor duniawi antara lain ingin memperoleh imbalan materi, dapat pujian, supaya menjadi terkenal, dan sebagainya.
Sudut Pandang Berbeda
Mulai saat ini, biasakanlah melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Memang tidak umum, bahkan ada yang menganggapnya aneh. Terbalik-balik.
Biasanya yang berterima kasih adalah orang yang meminta pertolongan. Orang lain meringankan tugasnya dan memudahkan pekerjaannya.
Kini yang terjadi sebaliknya. Mereka yang mendapat amanah sangat berterima kasih kepada yang memberi kepercayaan.
Saat mendapat amanah, apa pun itu bentuknya, lahan ibadah terbentang luas. Sayang sekali kalau tidak dioptimalkan. Apalagi jika melakukannya asal-asalan dengan prinsip yang penting selesai.
Begitu dapat amanah, segera kerjakan dengan totalitas. Jangan menunda-nunda, apa pun alasannya. Fokus, serius, dan sungguh-sungguh mengerjakannya.
Semua itu sangat perlu dilakukan. Kenapa? Agar orang yang memberi amanah puas. Setelah seluruh kepercayaan dituntaskan dengan hasil terbaik makanya bisa saja ia meminta tolong kembali.
Tidak hanya itu. Tanpa diminta, mereka yang merasa puas, menceritakannya kepada banyak orang. Bahkan merekomendasikan untuk melakukan hal serupa seperti dirinya.
Cerita dan rekomendasi itu mahal sekali. Nilainya melebihi materi berapa pun. Hanya orang yang amanah mendapatkannya. Tidak sembarang orang memperolehnya.
Jadi setiap mendapatkan amanah, konsistenlah untuk segera mengerjakan dan menuntaskannya. Fokus dan totalitas melakukannya agar hasilnya berkualitas.
Selalulah bersyukur kepada TUHAN dan berterima kasih ke pemberi amanah. Secara langsung ia memberikan lahan ibadah yang tidak semua orang memperolehnya.
Terbentang Luas di Bumi
Lahan ibadah terbentang luas di bumi. Hebatnya Sang Pencipta, semua umatnya diberi waktu yang sama: 24 jam sehari semalam.
Mereka yang sangat memahami ini, tidak pernah menyia-nyiakannya. Apalagi menyadari sekali bahwa sedikit hal yang tidak akan pernah kembali adalah waktu. Berlalu tanpa ada seorang pun yang mampu mencegahnya.
Begitu memahami tentang lahan ibadah itu, mulai bangun tidur hingga tidur lagi terus bergerak. Mencari aktivitas positif yang bisa dilakukannya. Tidak menyia-nyiakan waktunya sedikit pun.
Melakukan itu secara totalitas karena tidak ingin muncul penyesalan di belakang hari. Setiap ada kesempatan untuk beribadah, langsung melaksanakannya.
Sebelum melakukannya lebih dulu berdoa kepada TUHAN. Memohon pertolonganNYA untuk kelancaran pelaksanaannya.
Setelah tuntas melakukannya, bersyukurlah. Konsisten berucap bahwa semua keberhasilan itu sepenuhnya karena TUHAN.
Setiap hari mulai bangun tidur hingga tidur lagi teruslah bergerak. Mengoptimalkan lahan ibadah yang terbentang luas di depan mata. Semuanya merupakan investasi, baik di dunia maupun di akhirat.

0 Komentar
silakan komentar yang berguna