Kinerja Pelabuhan Teluk Bayur Meningkat, Ekspor Sawit Lancar ke Pakistan

Nonpetikemas Teluk Bayur Layani Ekspor 18.000 Ton Produk Sawit ke Pakistan


PADANG, KITAPUNYA.ID – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur kembali menangani kegiatan pemuatan kapal MT Southern Anoa yang membawa sekitar 18.000 ton produk turunan kelapa sawit untuk diekspor ke Pakistan.

Kapal berbendera Liberia tersebut memiliki panjang 146 meter (LOA) dengan bobot 11.863 GT. Di bawah komando Kapten Diana Jigger, kapal bersandar dengan aman di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur.

Adapun komoditas yang diangkut terdiri dari 4.300 ton RBDPO (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil), 5.000 ton ROL (Refined, Bleached, and Deodorized Olein), serta 8.700 ton RBDPS (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Stearin). Kapal tersebut direncanakan berlayar menuju Port Qasim, Pakistan.

Aktivitas ekspor ini menjadi salah satu bentuk dukungan PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur dalam memperlancar distribusi komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat kinerja ekspor nasional.

Dari sisi operasional, perusahaan mencatat kinerja yang cukup baik. Sepanjang tahun 2025, realisasi throughput mencapai 5,79 juta ton atau sekitar 97 persen dari target RKAP. Capaian tersebut sedikit terdampak oleh banjir bandang yang melanda Sumatera Barat pada akhir 2025, yang sempat mengganggu jalur distribusi darat.

Memasuki tahun 2026, kinerja menunjukkan peningkatan positif. Hingga Triwulan I 2026, throughput tercatat 1,51 juta ton atau 118,69 persen dari target, meningkat sekitar 11,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,36 juta ton.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran arus barang baik untuk ekspor maupun impor.

“PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur terus berupaya mendukung kelancaran distribusi barang dari dan ke Sumatera Barat. Saat ini kami juga fokus mengoptimalkan DKC 2 Gaung sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi peningkatan volume produksi,” ujarnya.

Optimalisasi tersebut dilakukan seiring beroperasinya pabrik refinery kedua milik PT Padang Raya Cakrawala yang diperkirakan akan menambah aktivitas logistik di kawasan tersebut.

Selain itu, perusahaan juga terus mendorong inovasi melalui digitalisasi layanan. Pengguna jasa kini dapat mengakses layanan kepelabuhanan secara daring melalui Integrated Billing System (IBS) yang telah terintegrasi dengan Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOSM).

Sistem ini memungkinkan proses pemantauan layanan dilakukan secara real-time tanpa harus bertatap muka langsung.

Dalam upaya mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur juga telah menerapkan elektrifikasi alat bongkar muat dengan penggunaan tiga unit Gantry Jib Crane.

Sebagai salah satu pelabuhan penting di Sumatera Barat, Teluk Bayur melayani berbagai jenis komoditas, mulai dari curah cair seperti CPO dan turunannya, curah kering seperti batubara dan pupuk, hingga kargo umum seperti karet dan barang proyek logistik.

Seluruh kegiatan operasional tersebut didukung oleh fasilitas modern, termasuk dermaga sepanjang 852,5 meter, gudang seluas 18.930 meter persegi, serta area penumpukan seluas 22.180 meter persegi.

Dengan berbagai peningkatan kinerja, pengembangan infrastruktur, serta digitalisasi layanan, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur optimistis dapat terus menjadi mitra strategis dalam memperlancar arus logistik nasional.(def*)

0 Komentar

silakan komentar yang berguna