![]() |
| Mentan Amran Sulaiman, saat berkunjung ke Padang Pariaman. |
PADANG PARIAMAN, KITAPUNYA.ID– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan kritik keras terkait lambatnya penanganan lahan sawah yang terdampak bencana di Sumatera Barat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.
Ia bahkan menegaskan pemerintah pusat tidak akan segan menarik kembali bantuan apabila pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, tidak segera menindaklanjuti arahan Presiden dalam penanganan sektor pertanian pascabencana.
“Kalau tidak serius, anggarannya bisa saya tarik lagi ke pusat,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung progres pemulihan lahan pertanian di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.
Amran menjelaskan, pemerintah pusat sebenarnya telah menyalurkan anggaran besar untuk pemulihan sekitar 7.000 hektare sawah yang terdampak bencana di Sumbar. Dana tersebut mencapai Rp455 miliar dan sudah dikirim sejak Januari lalu.
Namun, di lapangan pelaksanaannya dinilai belum berjalan sesuai harapan. Ia menyoroti adanya proses birokrasi yang terlalu panjang serta koordinasi antar instansi yang dinilai masih lemah, sehingga memperlambat penanganan.
Karena itu, ia meminta Pemprov Sumbar untuk segera mempercepat langkah penanganan di lapangan agar target pemulihan bisa tercapai.
“Sudah saya sampaikan, targetnya satu bulan harus selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya akan kami tarik kembali ke pusat dan dialihkan ke daerah yang lebih siap. Penanggung jawab jangan meninggalkan lokasi sebelum tuntas. Ini peringatan terakhir,” tegasnya. (def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna