PADANG, KITAPUNYA.ID — Proses pengadaan tanah untuk pembangunan Flyover Panorama Sitinjau Lauik menunjukkan perkembangan signifikan.
Penyerahan lahan bebas dari Panitia Pengadaan Tanah, yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sumatera Barat, kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar menandai langkah penting proyek ini.
Acara serah terima berlangsung di Auditorium Gubernuran pada Jumat (13/3/2026) dan sekaligus disertai simbolisasi penyerahan dokumen konsinyasi ke Pengadilan Negeri Padang untuk mempercepat penyelesaian administrasi.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menekankan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting untuk memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur strategis, yang diharapkan meningkatkan konektivitas sekaligus keselamatan transportasi di provinsi ini.
Menurutnya, jalur Sitinjau Lauik selama ini menjadi akses utama antarwilayah, namun rawan kecelakaan akibat kondisi jalan yang curam dan berliku.
“Flyover Sitinjau Lauik tidak hanya akan memperlancar arus transportasi, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas,” kata Mahyeldi.
Proses pengadaan tanah proyek ini telah melalui berbagai tahapan sejak penetapan lokasi pada April 2024, termasuk pembentukan panitia, verifikasi lapangan, sosialisasi, hingga musyawarah penyelesaian hak atas tanah. Semua langkah dilakukan untuk menjamin kepastian hukum dan memastikan masyarakat terdampak menerima ganti kerugian yang adil.
Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dan Kerapatan Adat Nagari yang mendukung proses pengadaan tanah ini.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, menyebut meski sempat ada penyesuaian jadwal dari target awal, koordinasi lintas instansi memungkinkan percepatan proses.
“Flyover ini menjadi legacy bagi masyarakat Sumbar dan penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut,” ujarnya. Kejaksaan siap memberikan pengawalan hukum mulai dari aspek intelijen, perdata, hingga tata usaha negara agar proyek berjalan sesuai ketentuan.
Asisten Deputi Penyelenggara Tata Ruang dan Penataan Agraria Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Syahruddin, menekankan bahwa pembangunan flyover memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun keberhasilannya tergantung pada perencanaan matang yang memperhatikan tata ruang dan mitigasi bencana.
Dengan progres pengadaan tanah yang telah tercapai, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik diharapkan segera memasuki tahap konstruksi dan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan serta konektivitas transportasi di Sumatera Barat.(def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna