Tren Penyakit Kronis Sasar Usia Muda, BPJS Kesehatan Perketat Skrining Riwayat Kesehatan Mulai Maret Ini


JAKARTA, KITAPUNYA.ID-Menjelang masa cuti bersama dan libur Lebaran pekan depan, BPJS Kesehatan memperketat kesiapsiagaan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mulai 6 Maret 2026, para peserta yang belum melakukan Skrining Riwayat Kesehatan tahun ini akan diminta mengisi data skrining terlebih dahulu sebelum bisa mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk memastikan peserta dalam kondisi bugar, terutama saat menghadapi aktivitas mudik yang menguras fisik.

Deteksi Dini Penyakit Kronis di Usia Muda

Rizzky menyoroti tren kesehatan saat ini di mana penyakit kronis tidak lagi hanya menyerang lansia, tetapi mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda.

“Makin cepat terdeteksi, makin cepat ditangani. Skrining ini krusial untuk mendeteksi risiko hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung. Kami tidak ingin peserta baru mengetahui risikonya saat penyakit sudah di tahap akut,” jelas Rizzky, Selasa (10/03/2026).

Data per Januari-Februari 2026 menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Dari 22,68 juta peserta yang telah melakukan skrining, sekitar 7,1 juta orang (39%) terindikasi memiliki risiko penyakit jantung, stroke, dan hipertensi. Bagi mereka yang terindikasi berisiko, BPJS Kesehatan mengimbau untuk segera mengunjungi FKTP guna pemeriksaan lebih lanjut.

Hanya 5 Menit: Cara Skrining yang Praktis

Untuk memudahkan peserta, BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kanal digital agar skrining tidak mengganggu mobilitas masyarakat. Prosesnya hanya memakan waktu 5 hingga 10 menit dengan menjawab pertanyaan seputar gaya hidup dan riwayat kesehatan keluarga.

Kanal Layanan Skrining:

Aplikasi Mobile JKN

PANDAWA (WhatsApp) di nomor 08118165165

Website Resmi: www.bpjs-kesehatan.go.id

Kunjungan Langsung ke FKTP tempat peserta terdaftar.

Pastikan Status Kepesertaan Aktif Sebelum Mudik

Selain skrining, Rizzky juga mengingatkan para pemudik untuk rutin mengecek status kepesertaan mereka. Hal ini penting untuk menghindari kendala administrasi saat membutuhkan layanan kesehatan darurat di perjalanan.

“Selagi masih sehat, sempatkan cek status kepesertaan. Penting agar tidak terkendala saat tiba-tiba sakit di masa libur nanti. Status yang aktif memberikan kepastian jaminan pembiayaan tanpa rasa khawatir,” ungkapnya.

Pengecekan status kepesertaan dapat dilakukan dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, atau menghubungi BPJS Kesehatan Care Center di nomor 165. Dengan budaya preventif ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan kondisi kesehatan yang prima dan hati yang tenang. (*)


0 Comments