| Foto bersama. Ist |
Sebanyak 220 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di dua titik pengungsian, yakni Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Pauh, menjadi penerima manfaat dalam aksi kemanusiaan ini. Masing-masing lokasi menerima bantuan untuk 110 KK berupa paket sembako lengkap—mulai dari beras, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya—serta santunan tunai.
Mengobati Luka di Tengah Keterbatasan
Bagi para penyintas, bantuan ini datang di waktu yang sangat tepat. Eriyanti, salah satu warga di hunian sementara Kecamatan Koto Tangah, tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan tersebut.
"Senang sekali dapat bantuan dari Pegadaian. Alhamdulillah, donasi dan sembako ini sangat membantu kami untuk mencukupi kebutuhan keluarga, apalagi menjelang Lebaran," ucapnya dengan nada syukur.
Hal senada diungkapkan oleh Julita, warga di huntara Kecamatan Pauh. Baginya, bantuan dari insan Pegadaian ini bukan sekadar barang fisik, melainkan dukungan moral di tengah perjuangannya membangun kembali kehidupan pascabencana. "Sangat berarti bagi rumah tangga kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari yang saat ini masih terbatas," katanya.
Sinergi Kemanusiaan Insan Pegadaian
Ketua Serikat Pekerja PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Abdul Malik, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud solidaritas murni dari seluruh insan Pegadaian. Dana yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi kolektif dari para karyawan sebagai bentuk empati mendalam atas musibah yang melanda warga Padang.
"Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami. Kami berharap apa yang kami salurkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di hunian sementara, sehingga mereka tetap bisa menyambut Idul Fitri dengan perasaan yang sedikit lebih tenang," ujar Abdul Malik.
Lebih dari sekadar pembagian paket, kehadiran Serikat Pekerja Pegadaian ini menjadi pengingat bahwa di masa-masa sulit, semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi penopang kebutuhan pokok para penyintas sembari mereka menata masa depan yang lebih baik pasca-banjir bandang.
0 Comments