![]() |
| Gunung Marapi |
AGAM,KITAPUNYAID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau terus meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa setiap kali terjadi erupsi, pihaknya langsung melakukan analisis terhadap karakter letusan tersebut.
“Begitu terjadi erupsi, kami segera mengkaji pola letusannya dan memetakan arah pergerakan abu vulkanik,” ujarnya di Padang, Selasa.
Setelah arah sebaran diketahui, BMKG segera menyampaikan hasil pemantauan kepada pihak pengelola bandara agar informasi tersebut dapat diteruskan kepada maskapai penerbangan.
Selain itu, BMKG juga secara berkala memonitor apakah abu vulkanik bergerak menuju atau menutupi kawasan bandara di Kabupaten Padang Pariaman.
Decky menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir, abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi tidak mengarah ke area bandara sehingga operasional penerbangan tetap berlangsung normal.
“Dalam beberapa hari terakhir memang terjadi erupsi, namun arah semburannya cenderung ke tenggara dan timur, sehingga tidak berdampak pada aktivitas penerbangan,” jelasnya.
Sebagai catatan, pada Maret 2024, Bandara Internasional Minangkabau sempat menghentikan sementara operasional akibat abu vulkanik yang mencapai area bandara.
Langkah penutupan tersebut diambil demi menjaga keselamatan penerbangan, mengingat abu vulkanik dapat masuk ke dalam mesin pesawat serta mengganggu berbagai sistem penting seperti sensor kecepatan, navigasi, hingga perangkat elektronik lainnya.(def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna