Berita Pilihan

Alarm Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar: Gubernur Mahyeldi Kukuhkan P2TP2A Limpapeh sebagai Benteng Keluarga!

PADANG – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Barat menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyoroti data terbaru dari Simfoni PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) yang menunjukkan peningkatan signifikan jumlah korban. Pada tahun 2024 saja, tercatat 721 kasus kekerasan pada anak, didominasi oleh kekerasan fisik, psikis, dan seksual pada rentang usia 13-17 tahun. Sementara itu, kasus kekerasan terhadap perempuan juga melonjak, mencapai 309 korban di tahun yang sama.

Menyikapi kondisi darurat ini, Gubernur Mahyeldi mengukuhkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Nan Gadang. P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang pun bergerak cepat dengan menggelar "Workshop Penguatan Kelembagaan P2TP2A" pada hari ini, Rabu, 28 Mei 2025. Acara ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap isu krusial kekerasan pada perempuan dan anak, serta upaya memperkuat benteng ketahanan keluarga di Sumatera Barat.

Peran Vital P2TP2A dan Panggilan Bersama untuk Bertindak

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi tinggi kepada P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang atas inisiasi workshop ini, serta kepada seluruh peserta yang hadir. Beliau menekankan bahwa P2TP2A memiliki peran vital dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi korban kekerasan.


"P2TP2A adalah lembaga yang berperan penting dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan kepada perempuan dan anak yang mengalami kekerasan atau kesulitan. P2TP2A juga berperan dalam pencegahan kekerasan berbasis gender dan promosi hak-hak perempuan dan anak," ujar Gubernur Mahyeldi.


Gubernur juga mengakui bahwa peningkatan jumlah laporan kasus, meskipun bisa menjadi indikator positif atas meningkatnya keberanian masyarakat untuk melapor, juga menegaskan bahwa kekerasan pada perempuan dan anak masih menjadi masalah serius yang mengancam generasi masa depan.


"Masalah kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak masih menjadi permasalahan serius sampai saat ini. Tantangan ini membutuhkan keterlibatan aktif dari semua sektor, baik dari pemerintah daerah hingga elemen masyarakat dan keluarga itu sendiri. Masalah kekerasan akan menjadi ancaman bagi generasi kita pada masa yang akan datang. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi mereka dari berbagai perilaku menyimpang dan kekerasan yang dapat mengganggu perkembangan fisik dan mental mereka," tegas Mahyeldi.


Ketahanan Keluarga: Fondasi Perlindungan yang Tak Ternilai

Gubernur Mahyeldi menyoroti bahwa persoalan kekerasan ini menunjukkan perlunya edukasi dan penguatan benteng ketahanan keluarga. Beliau mengingatkan bahwa penyelenggaraan ketahanan keluarga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta dijabarkan lebih lanjut melalui Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018.


"Pembangunan keluarga diarahkan pada kondisi keluarga yang memiliki ketangguhan dan keuletan serta mengandung kemampuan fisik materil guna hidup mandiri. Selain itu juga dapat mengembangkan diri dan keluarga untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin," jelas Gubernur.


Menurut beliau, keluarga sejahtera adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya—baik sandang, pangan, perumahan, sosial, maupun agama—dengan keseimbangan antara penghasilan dan jumlah keluarga, serta hidup harmonis dengan masyarakat sekitar.


Faktor internal keluarga, seperti jumlah anggota keluarga yang berbanding lurus dengan tuntutan kebutuhan primer dan sekunder, suasana tempat tinggal yang tenang, serta didukung oleh ketulusan hati, kasih sayang, saling menghormati, toleransi, dan saling percaya antar anggota, sangat penting dalam membentuk fondasi keluarga yang kuat.


Empat Pilar P2TP2A untuk Mewujudkan Keluarga Tangguh

Gubernur Mahyeldi menjabarkan empat hal yang dapat diwujudkan oleh P2TP2A untuk meningkatkan Ketahanan Keluarga:


Meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender melalui layanan terpadu yang memberikan peningkatan kondisi, peran, dan perlindungan perempuan.

Memberikan kesejahteraan dan perlindungan bagi anak.

Memfasilitasi berbagai pelayanan untuk masyarakat, termasuk informasi, rujukan, konsultasi, dan pelatihan keterampilan.

Mengintegrasikan strategi pengarusutamaan gender dalam berbagai kegiatan pelayanan terpadu.

"Jika empat hal tersebut dapat kita wujudkan, maka akan tercipta keluarga tangguh, yang mampu membentengi keluarga dari berbagai permasalahan termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak," tegas Mahyeldi.


Komitmen Bersama untuk Sumatera Barat yang Aman dan Sejahtera

Workshop ini, menurut Gubernur Mahyeldi, adalah kesempatan emas untuk memperkuat kerja sama lintas sektoral. Beliau berharap semua pihak terkait memiliki interaksi yang berkelanjutan, saling terbuka, memiliki pemahaman dan visi yang sama, serta mengedepankan dialog dalam segala hal, sehingga muncul ide-ide kreatif dan inovatif.


"Mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap fenomena yang terjadi. Mari kita tingkatkan perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan yang ditandai dengan meningkatnya upaya-upaya pencegahan, efektivitas pelayanan, serta pemberdayaan korban kekerasan," ajak Gubernur.


Upaya pencegahan harus dimulai dari dalam keluarga, dengan membangun komunikasi yang baik dan penguatan nilai-nilai agama serta budaya. Kepedulian dan keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting.


Dengan semangat kebersamaan dan komitmen, Gubernur Mahyeldi berharap Workshop Penguatan Kelembagaan P2TP2A ini akan membawa perubahan positif menuju kebersamaan yang harmonis, sinergis, dan terintegrasi dalam upaya pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.


"Jauh pulau dari Malaka, Pergi haji ke Kota Mekah. Dengan Bismillah acara dibuka, Semoga semua mendapat berkah."


Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi menyatakan “Workshop Penguatan Kelembagaan P2TP2A” pada hari ini, Rabu, 28 Mei 2025, dibuka. "Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan Rahmat dan Petunjuk-Nya kepada kita semua," pungkasnya.


Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Alarm Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar: Gubernur Mahyeldi Kukuhkan P2TP2A Limpapeh sebagai Benteng Keluarga!
  • Alarm Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar: Gubernur Mahyeldi Kukuhkan P2TP2A Limpapeh sebagai Benteng Keluarga!
  • Alarm Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar: Gubernur Mahyeldi Kukuhkan P2TP2A Limpapeh sebagai Benteng Keluarga!
  • Alarm Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar: Gubernur Mahyeldi Kukuhkan P2TP2A Limpapeh sebagai Benteng Keluarga!
  • Alarm Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar: Gubernur Mahyeldi Kukuhkan P2TP2A Limpapeh sebagai Benteng Keluarga!
  • Alarm Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar: Gubernur Mahyeldi Kukuhkan P2TP2A Limpapeh sebagai Benteng Keluarga!
Posting Komentar