Telkom Indonesia Dorong Siswa Jadi Inovator Lewat AI Camp di Bukittinggi

Ratusan Pelajar Bukittinggi Ikuti Edumind Wellbeing & AI Camp


BUKITTINGGI, KITAPUNYA.ID – Telkom Indonesia mengadakan kegiatan Edumind Wellbeing & AI Camp di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, yang berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (11–13 Juni 2026).

Program ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Yayasan Maleo Talenta Cendikia dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari guru serta siswa tingkat SMA di Kota Bukittinggi.

Manager Economic Law Governance Development Telkom Indonesia, Aline Zivana, menjelaskan bahwa Edumind Wellbeing & AI Camp merupakan bentuk penerapan pembelajaran berbasis coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Program ini dirancang untuk membantu menjaga kesehatan mental pelajar sekaligus menekan kasus perundungan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, meningkatnya kasus bullying yang banyak terjadi di ruang digital menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini.

Aline menambahkan, selain memperkuat aspek mental, kegiatan ini juga bertujuan mendorong siswa agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu berperan sebagai inovator dan pencipta teknologi di masa depan.

Ia juga menegaskan komitmen Telkom Indonesia dalam mendukung pengembangan talenta generasi muda. Upaya tersebut tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur digital, tetapi juga dengan menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman.

Aline mengimbau para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal dan berperan sebagai agen perubahan di sekolah, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Yayasan Maleo Talenta Cendikia, Mutiara Hikma, menyampaikan bahwa program Edumind bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental serta mencegah terjadinya perundungan.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak agar tercipta suasana belajar yang positif, inklusif, dan mendukung perkembangan siswa.

Perwakilan Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Dramirawati, menilai perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa nilai karakter, integritas, dan kejujuran tetap menjadi dasar utama dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia berharap melalui kegiatan AI Camp ini, para siswa dapat memahami pemanfaatan kecerdasan buatan secara tepat dalam pembelajaran. Guru juga diharapkan mampu mengarahkan penggunaan teknologi agar menjadi solusi, bukan menimbulkan masalah baru.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menyampaikan bahwa kemajuan fasilitas pendidikan perlu diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era transformasi digital.(def*)

0 Komentar

silakan komentar yang berguna