PADANG, KITAPUNYA.ID– Pembangunan Flyover Panorama I atau Flyover Sitinjau Lauik yang dikerjakan oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik terus menunjukkan perkembangan. Hingga 25 Mei 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 18,755 persen.
Sementara itu, untuk proses pengadaan lahan dilaporkan sudah rampung 100 persen. Capaian ini menjadi modal penting dalam mempercepat tahap konstruksi berikutnya di lapangan.
Perkembangan terbaru proyek strategis ini turut dipaparkan kepada rombongan Kementerian PPN/Bappenas yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.
Flyover ini dibangun sebagai salah satu infrastruktur prioritas untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalur Padang–Solok, yang selama ini dikenal memiliki kondisi jalan berkelok dan tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik dan memperkuat konektivitas di wilayah Sumatera Barat.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menegaskan bahwa keberadaan Flyover Panorama I sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta mendapatkan dukungan penuh agar manfaat proyek dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Pihak PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik melalui Direktur Michael Arthur Paulus Rumenser menjelaskan bahwa Flyover Panorama I merupakan langkah awal dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di kawasan Sitinjau Lauik.
Menurutnya, proyek ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan bertahap kawasan tersebut, termasuk rencana pembangunan Flyover Panorama II di masa mendatang. Hal ini diharapkan dapat semakin memperkuat mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga berharap kunjungan pemerintah menjadi momentum untuk memperkuat sinergi semua pihak dalam penyelesaian proyek ini. Dengan dukungan berbagai pihak, flyover tersebut diharapkan segera memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan keselamatan dan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Sebagai informasi, ruas Jalan Sitinjau Lauik merupakan bagian dari jalur penghubung utama antara Kota Padang dan Kota Solok di Sumatera Barat. Kondisi jalan di kawasan ini dikenal cukup ekstrem karena kombinasi tikungan tajam dan kemiringan curam yang meningkatkan risiko kecelakaan serta biaya operasional kendaraan.
Proyek Flyover Panorama I sendiri memiliki nilai investasi sekitar Rp2,79 triliun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Adapun nilai kontrak konstruksi mencapai Rp2,286 triliun.
Proyek strategis nasional ini dikerjakan sepanjang 2,78 kilometer dan ditargetkan selesai pada akhir 2027 atau awal 2028.(def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna