PADANG, KITAPUNYA.ID – Jagat maya dan grup percakapan digital warga Kota Padang belakangan ini digegerkan oleh isu horor yang bernuansa mistis sekaligus kriminal. Beredar kabar berantai mengenai sosok "pocong" yang mendatangi dan mengetuk pintu rumah warga pada malam hari.
Isu yang berkembang liar dari mulut ke mulut ini dengan cepat menjadi buah bibir dan memicu keresahan serta ketakutan di tengah masyarakat.
Beragam versi cerita seram pun bermunculan demi menambah bumbu kepanikan. Salah satu narasi yang paling santer beredar menyebutkan bahwa oknum di balik kostum pocong tersebut sengaja membawa senjata tajam. Mereka diduga sengaja memukul pintu rumah pada larut malam dengan harapan pemilik rumah yang panik akan membukakan pintu, sehingga mereka bisa merampok seisi rumah.
Meski isu ini terus bergulir bak bola salju dan membuat warga memperketat kewaspadaan, hingga saat ini belum ada satu pun bukti jelas, rekaman visual, maupun saksi mata pasti yang benar-benar melihat langsung kejadian tersebut.
Satpol PP Padang: Utamakan Logika, Laporkan Jika Mencurigakan
Merespons keresahan warga yang kian memuncak, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra, langsung angkat bicara. Ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang, berpikir jernih, dan tidak mudah termakan oleh isu-isu liar yang belum jelas kebenarannya.
Masyarakat diharapkan bisa lebih realistis dan logis dalam menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial demi menjaga situasi kondusif di lingkungan masing-masing.
"Kami mengimbau warga Kota Padang untuk tidak panik dan tidak mudah termakan isu tersebut. Tetaplah realistis. Namun, jika memang masyarakat menemukan ada pergerakan atau hal-hal yang mencurigakan di lingkungan rumahnya, kami minta untuk tidak mengambil inisiatif atau tindakan sendiri. Segera laporkan kepada pihak berwajib," tegas Chandra Eka Putra, Rabu (3/6/2026).
Aktifkan Kembali Siskamling
Guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)—baik yang bermodus mistis maupun kriminalitas murni—warga juga disarankan untuk kembali mengaktifkan pos ronda atau Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tingkat RT/RW.
Melalui langkah ini, diharapkan ruang gerak para pelaku tindak kejahatan atau penyebar hoaks yang ingin memanfaatkan kepanikan warga dapat dipersempit. (*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna