Misteri Hercules US Navy Berputar di Langit Padang Terjawab: Alami Mati Mesin Saat Badai, Suku Cadang Didatangkan dari Eropa



PADANG, KITAPUNYA.ID– Misteri kemunculan pesawat militer Amerika Serikat yang sempat berputar-putar di wilayah udara perairan barat Kota Padang akhirnya terjawab. 

Aktivitas udara yang sempat memicu berbagai spekulasi liar netizen di media sosial tersebut dipastikan murni karena penanganan darurat teknis, bukan operasi militer atau pengintaian.

Setelah lebih dari sepekan tertahan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pesawat berjenis Lockheed C-130T Hercules milik Angkatan Laut AS (US Navy) tersebut kini dinyatakan selesai diperbaiki dan siap kembali mengudara menuju pangkalan militer Diego Garcia di Maladewa.

Kronologi Pendaratan Darurat di Tengah Badai Sumbar

Peristiwa mendebarkan ini bermula pada Senin (25/5/2026) pukul 17.56 WIB. Saat sedang melakukan penerbangan dari Singapura menuju Diego Garcia, pesawat yang membawa 16 personel militer AS ini mengalami gangguan fatal.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengungkapkan bahwa mesin nomor 3 pesawat tersebut mendadak mati di tengah jalur penerbangan.

"Kami mendapatkan informasi dari Tower Colombo bahwa ada salah satu pesawat militer mati mesin nomor 3, sehingga oleh Tower Colombo diperintahkan landing di bandara terdekat. Jalur yang terdekat adalah jalur BIM," ujar Dony pada Selasa (2/6/2026) malam.

Situasi kian menegangkan karena pendaratan darurat harus dilakukan saat sebagian wilayah Sumatra Barat (Sumbar) sedang diamuk cuaca buruk dan badai. Beruntung, pesawat berhasil mendarat dengan aman. Demi menjaga kelancaran penerbangan komersial, Hercules tersebut langsung dievakuasi ke hanggar milik Susi Air.

Suku Cadang Dikirim dari Eropa & Pemeriksaan Ketat Lintas Lembaga

Menangani pesawat militer asing yang mendarat darurat tentu membutuhkan prosedur diplomatik yang ketat. Petugas gabungan dari Lanud Sutan Sjahrir, Bea Cukai, Imigrasi, hingga Karantina langsung melakukan pemeriksaan dokumen. Hasilnya, dokumen diplomatic clearance dan security clearance dinyatakan lengkap serta sah.

Proses perbaikan sendiri memakan waktu hingga berhari-hari. Pasalnya, komponen mesin yang rusak tidak tersedia di Indonesia dan harus didatangkan langsung dari Eropa. Suku cadang beserta tim teknisi tambahan baru tiba di Padang pada Minggu (31/5/2026) via Singapura.

Selama proses perbaikan, para personel US Navy diinapkan di salah satu hotel di Kota Padang di bawah pengawasan ketat otoritas Indonesia. Kedutaan Besar AS bahkan menerbitkan surat jaminan resmi untuk fasilitas Visa on Arrival (VoA) serta melakukan pengambilan data biometrik bagi para kru.

Alasan Menumpuknya Radar di Atas Laut Padang

Publik sempat kembali geger ketika aplikasi pelacak penerbangan (radar) menunjukkan pesawat tersebut berputar-putar dalam pola melingkar di atas perairan barat Sumbar pada Senin (1/6/2026).

Dony Subardono meluruskan bahwa manuver tersebut merupakan sesi test flight (uji terbang) selama satu jam guna memastikan mesin baru berfungsi normal. Rute tersebut sengaja dirancang khusus di atas laut agar tidak melanggar privasi pertahanan Indonesia.

"Itu kami membuat satu rute khusus yang memang di laut dan tidak boleh melihat instalasi militer, makanya di radar itu nampaknya di atas permukaan laut," jelas Dony.

Perubahan Jumlah Personel & Jadwal Take Off

Saat ini, dinamika jumlah personel militer AS yang berada di Padang tercatat sebanyak 15 orang. Hal ini terjadi setelah 2 kru dilaporkan kembali ke Singapura, dan 1 teknisi tambahan mendarat di Padang untuk membawa logistik perbaikan.

Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat juga telah mendatangi BIM secara langsung untuk menyampaikan apresiasi tertinggi atas pertolongan darurat yang diberikan berdasarkan hukum penerbangan internasional.

Kini, burung besi raksasa milik Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut tinggal menunggu koordinasi jadwal akhir untuk meninggalkan ranah Minang. "Kemungkinan izin terbang dari Amerika itu baru mengizinkan tanggal 4 Juni 2026 atau hari Kamis," pungkas Dony. (*)

0 Komentar

silakan komentar yang berguna