PADANG, KITAPUNYA.ID – Lanskap dunia kerja di era digital telah bergeser secara radikal. Menjawab tantangan tersebut, PT Pegadaian Area Padang bergerak taktis membekali generasi muda dengan literasi keuangan sekaligus kesiapan karier matang.
Langkah preventif ini dikemas lewat seminar edukatif bertajuk “Siap Kerja, Siap Berkarya: Menjadi Lulusan Adaptif di Era Digital” yang digebrak di The Gade Creative Lounge Kampus Universitas Andalas (Unand), Kamis (4/6/2026).
Deputi Bisnis Pegadaian Area Padang, Heru Susanto, menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk memberikan amunisi pengetahuan dan keterampilan mutakhir kepada mahasiswa agar tidak gagap menghadapi disrupsi industri.
Menurutnya, Pegadaian mengemban tanggung jawab moral yang besar untuk mendongkrak indeks literasi keuangan nasional, khususnya di kalangan Gen Z yang menjadi motor penggerak masa depan Sumatra Barat.
“Melalui kegiatan literasi ini, kami memberikan pembekalan agar mahasiswa mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama di perguruan tinggi, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata,” ujar Heru Susanto.
Senjata Wajib Gen Sasis Masuk Dunia Kerja: Jaga Jejak Digital!
Di hadapan ratusan mahasiswa Unand, Heru membedah secara gamblang sejumlah aspek krusial yang wajib dimiliki pelamar kerja modern saat ini. Selain penguasaan keahlian teknis (hard skill) dan interpersonal (soft skill), ada variabel penentu lain yang kerap diabaikan.
Lulusan masa kini dituntut memiliki mental baja, sikap (attitude) yang prima, serta kemampuan adopsi teknologi tinggi (tech-savvy). Lebih jauh, mahasiswa harus mulai membangun personal branding yang kuat, menyusun Curriculum Vitae (CV) yang memikat, hingga yang paling krusial: menjaga jejak digital tetap positif.
Sebab, di era sekarang, rekam jejak digital di media sosial sering kali menjadi salah satu parameter utama penilaian HRD perusahaan besar sebelum merekrut karyawan.
Geser Gaya Hidup Konsumtif ke Investasi Emas
Tak hanya urusan karier, Pegadaian juga memperkenalkan formula perencanaan masa depan yang aman lewat berbagai produk inovatif, mulai dari pembiayaan haji dan umrah, pembiayaan multiguna, hingga instrumen investasi andalan berupa Tabungan Emas.
Heru menantang para mahasiswa untuk mulai memangkas budaya nongkrong atau belanja konsumtif yang kurang produktif.
“Mahasiswa bisa mulai berinvestasi sejak dini dengan menyisihkan sebagian uang jajan secara rutin ke Tabungan Emas. Ini adalah langkah konkret belajar berinvestasi demi mempersiapkan kebutuhan masa depan secara lebih terstruktur dan terencana,” tambahnya.
Hukum Rimba Industri Modern: Yang Cepat Menyalip Yang Pintar
Di akhir pemaparannya, Heru memberikan sebuah kalimat refleksi yang menampar paradigma lama dunia pendidikan. Industri hari ini tidak lagi menempatkan nilai IPK atau kecerdasan akademik di urutan absolut teratas.
Kebutuhan pasar telah bergeser pada sosok individu yang memiliki integritas tinggi, profesional, lincah (agile), serta memiliki kecepatan luar biasa dalam mempelajari hal-hal baru (fast learner).
“Persaingan kerja kini bergeser tajam. Industri saat ini tidak lagi membutuhkan siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling cepat beradaptasi,” pungkas Heru mengakhiri arahannya. (*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna