![]() |
| Ketua DPRD Sumbar, Muhidi saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (4/1/2026). |
PADANG, KITAPUNYA.ID – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa program unggulan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), harus menjadi momentum besar untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat Sumatera Barat. Menurutnya, program ini tidak boleh hanya berhenti pada pemenuhan gizi pelajar, tetapi wajib memberikan multiplier effect bagi pelaku usaha lokal.
Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (4/1/2026).
Solusi Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran
Muhidi memandang operasional SPPG sebagai peluang emas untuk menekan angka pengangguran di tingkat kelurahan. Ia mengusulkan agar manajemen pengelola program MBG memprioritaskan warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja.
“Program MBG hendaknya menjadi solusi konkret dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Saya meminta, tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan MBG mendahulukan warga yang tinggal di sekitar lokasi pelayanan,” tegas Muhidi.
Libatkan UMKM dalam Rantai Pasok
Lebih jauh, Muhidi mendorong agar bahan baku pangan untuk program ini diserap dari UMKM dan petani lokal di Sumatera Barat. Dengan keterlibatan pelaku usaha kecil, perputaran uang dari program MBG akan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, bukan hanya perusahaan besar.
“MBG jangan hanya soal urusan perut dan gizi saja, tapi harus berkontribusi nyata memperkuat ekonomi kerakyatan. Kami di DPRD akan mengawal ketat agar pelaksanaannya transparan, tepat sasaran, dan maksimal manfaatnya,” lanjutnya.
Menuju Indonesia Emas 2045
Senada dengan Muhidi, Anggota DPD RI, Muslim M. Yatim, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menaruh harapan besar pada konsistensi program ini. Ia menilai, investasi gizi sejak dini adalah syarat mutlak untuk melahirkan generasi unggul.
“Dengan pelaksanaan program MBG yang berkualitas dan konsisten, cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, melainkan sesuatu yang bisa kita wujudkan bersama,” ujar Muslim.
Melalui sinergi antara pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi, program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi "kunci ganda" bagi Sumatera Barat: melahirkan pelajar yang cerdas secara intelektual sekaligus masyarakat yang mandiri secara finansial. (*)
.jpeg)
0 Comments