![]() |
| Suasana belajar anak di SDN 05 Padang sebelum terjadinya banjir bandang di Sumbar. Ist |
KITAPUNYA.ID, PADANG-Banjir dan longsor kembali melanda Sumbar termasuk Kota Padang sebagai ibukota provinsi pada Jumat (2/1/2026). Banjjr dan longsor merendam permukiman warga dan memutus sejumlah akses jalan akibat luapan sungai.
Meski kondisi tersebut berdampak pada sebagian wilayah, Dinas Pendidikan Kota Padang memastikan kegiatan belajar mengajar jenjang SD dan SMP tetap dimulai sesuai jadwal pada Senin, 5 Januari 2026, usai libur semester dan akhir tahun.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan sekolah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa.
Sementara sekolah di wilayah terdampak akan menyesuaikan kondisi lapangan.
“Sekolah kita data dulu. Kalau sekolahnya terdampak banjir, tidak kita sekolahkan dulu. Tapi yang kondisinya normal tetap masuk seperti biasa,” ujar Yopi, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, peserta didik yang rumahnya terdampak banjir diberikan dispensasi pada hari pertama masuk sekolah tanpa sanksi.
Kebijakan tersebut diterapkan karena kondisi darurat yang dialami keluarga siswa.
“Kami sudah sampaikan ke sekolah-sekolah, anak yang terdampak banjir atau rumahnya terendam diberikan dispensasi. Tidak ada persoalan,” kata Yopi.
Menurut Yopi, banjir yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan berat pada bangunan sekolah.
Tidak ada laporan sekolah runtuh, namun genangan di permukiman warga berdampak pada kesiapan siswa, termasuk perlengkapan sekolah.
Terkait SMP Negeri 44 Padang yang berada di sekitar kawasan jalan terban di Batu Busuk, Yopi menyebut kegiatan belajar mengajar tetap menyesuaikan kondisi.
Jika gedung sekolah digunakan untuk keperluan tertentu, pembelajaran dapat dilakukan secara bergantian atau dengan skema alternatif.
Dinas Pendidikan Kota Padang juga mengimbau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Anak-anak diminta tidak bermain di selokan atau lokasi rawan banjir.
“Kami berharap orang tua berhati-hati dan mengawasi anaknya. Hujan masih cukup deras, jangan biarkan anak bermain di tempat berbahaya,” imbaunya.
Selain itu, Dinas Pendidikan tetap mendorong pembiasaan positif pada hari pertama sekolah, termasuk pelaksanaan program Smart Surau yang dijadwalkan mulai 5 Januari 2026. SJ

0 Comments