![]() |
| Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berdialog secara daring dengan keluarga pasien di RSU Dr. M Djamil, Padang. Dok Kitapunya.id |
PADANG, KITAPUNYA.ID-RSUP Dr. M. Djamil Padang mencatatkan sejarah baru dalam dunia medis Indonesia.
Rumah sakit rujukan utama ini resmi melaksanakan tindakan operasi Bypass STA-MCA (Superficial Temporal Artery to Middle Cerebral Artery) untuk pertama kalinya. Bukan hanya di rumah sakit tersebut, melainkan menjadi yang perdana di seluruh wilayah Sumatera Bagian Tengah.
Langkah monumental ini menjadi bukti nyata komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung program transformasi layanan rujukan Kementerian Kesehatan RI, khususnya akselerasi jejaring pengampuan penanganan penyakit stroke dan kelainan vaskular otak.
Tindakan mikrosurgeri tingkat tinggi ini ditujukan khusus untuk menyelamatkan seorang pasien anak laki-laki berusia 5 tahun. Pasien mungil tersebut terdiagnosa mengalami Giant Aneurisma ICA Dextra (kelainan pembuluh darah berupa pelebaran abnormal pada Arteri Karotis Interna Kanan).
Kondisi kelainan langka pada anak usia dini ini telah memicu hemiparesis dextra atau kelemahan pada anggota gerak sisi tubuh sebelah kanan akibat terhambatnya pasokan darah ke otak.
"Tindakan revaskularisasi melalui teknik bypass ini merupakan solusi krusial untuk mengalirkan kembali pasokan darah ke otak secara optimal, mencegah kerusakan otak permanen, sekaligus meminimalkan risiko pecahnya aneurisma di masa depan," ujar Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Keberhasilan operasi kompleks ini tidak lepas dari sinergi kuat bersama RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta selaku Koordinator Nasional Jejaring Pengampuan Layanan Stroke. Tim ahli dari RS PON hadir langsung memberikan pendampingan (proctoring) dan transfer teknologi medis kepada tim dokter bedah saraf RSUP Dr. M. Djamil.
Agenda berharga ini turut diwarnai interaksi langsung melalui live report dari ruang perawatan, di mana Menteri Kesehatan RI beserta tim dokter berdialog langsung dengan pasien dan keluarganya sebelum tindakan operasi dimulai.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi dimulainya layanan bypass STA-MCA di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar capaian sebuah rumah sakit, tetapi bagian penting dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan neurovaskular tingkat lanjut di Sumatera.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta yang sudah membagikan ilmunya kepada tim RS M. Djamil. Nanti tugas dari RS M. Djamil untuk segera meningkatkan jumlah dan memastikan kualitas dari layanan operasi bypass STA-MCA ini,” ujar Budi.
Ia menegaskan, penguatan layanan tersebut sejalan dengan penugasan RSUP Dr. M. Djamil untuk memperkuat jejaring rujukan dan pengampuan rumah sakit di wilayah Sumatera.
Menurut Budi, RS Dr. M. Djamil nantinya diharapkan mampu mengampu rumah sakit umum daerah (RSUD) provinsi di seluruh Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung, agar tindakan bypass STA-MCA dapat dilakukan secara lebih merata.
“RS M. Djamil ditugaskan untuk mengampu minimal semua RSUD provinsi di Sumatera, mulai dari Aceh sampai Lampung, harus bisa melakukan tindakan operasi bypass STA-MCA ini,” katanya.
Budi menilai penguatan jejaring tersebut sangat penting karena penanganan stroke dan gangguan pembuluh darah otak membutuhkan kecepatan. Pasien tidak seharusnya menempuh perjalanan terlalu jauh hanya untuk mendapatkan tindakan medis yang dibutuhkan.
“Kalau ada stroke, harus ditangani cepat. Tidak mungkin kita merujuk pasien terlalu jauh,” tegasnya.
Karena itu, masyarakat yang membutuhkan tindakan bypass STA-MCA nantinya diharapkan dapat memperoleh layanan di ibu kota provinsi terdekat di Sumatera, tanpa harus selalu dirujuk ke Jakarta.
“Sehingga saudara-saudara kita yang terkena stroke dan harus diberikan layanan ini tidak usah berobat ke Jakarta. Cukup dirujuk ke ibu kota provinsi terdekat di Sumatera,” lanjut Budi.
Selain memperkuat layanan pengobatan, Budi juga menekankan pentingnya pencegahan melalui pemeriksaan atau screening. Dengan deteksi lebih awal, penyakit pembuluh darah diharapkan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Budi juga meminta RS Dr. M. Djamil tidak berhenti pada keberhasilan operasi perdana tersebut. Rumah sakit itu diminta terus meningkatkan jumlah dan kualitas layanan sekaligus menjalankan fungsi pengampuan dengan mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada rumah sakit daerah di seluruh Sumatera.
“Mohon terus semangat untuk meningkatkan layanan ini dalam menyelamatkan nyawa masyarakat di Sumatera. Dan jangan lupa tugasnya membagikan ilmunya dan mengajari ke seluruh RSUD provinsi agar bisa melakukan tindakan operasi bypass STA-MCA ini,” ujarnya. 107
