Takbir Memecah Sunyi Malam: 7 Rumah di Sawahlunto Rata Jadi Arang, Mahasiswi Calon Guru Ini Butuh Uluran Tangan


Suasana mencekam saat kebakaran terjadi Selasa dini hari (28/7/2026). Ist

SAWAHLUNTO, KITAPUNYA.ID— Jerit histeris memecah dinginnya malam di Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (28/7/2026) dini hari. Pekikan kalimat takbir dan do’a minta tolong bersahut-sahutan di tengah gulita sekitar pukul 02.00 WIB, saat si jago merah tiba-tiba mengamuk dan membumbung tinggi ke udara.  

"Ya Allah tolong kami.. Selamatkan kami!" seru warga yang panik menyaksikan kobaran api merambat begitu cepat dari satu dinding ke dinding lainnya.  

Harta benda yang dikumpulkan lewat peluh dan keringat bertahun-tahun seketika ludes tak berbekas. Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, tampak seorang pria dengan keputusasaan yang mendalam terus berjuang menyiramkan air menggunakan gayung mandi ke arah lidah api yang menggunung. Tak ia pedulikan hawa panas yang membakar kulitnya—ia hanya ingin menyelamatkan tempat bernaung keluarganya.  

Sayang, takdir berkata lain. Kobaran api bergerak jauh lebih cepat daripada ayunan tangannya, hingga akhirnya meratakan tujuh bangunan rumah yang saling bersebelahan menjadi puing-puing hitam.  

Puing rumah salah satu korban kebakaran. Ist

Duka Mahasiswi Calon Pendidik Bangsa

Di antara puing-puing arang yang masih mengepulkan asap tipis, duka paling mendalam menggelayuti Ananda Syifa Rahadatul 'Aisy. Syifa adalah seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) BP 26 di Universitas Negeri Padang (UNP) PSDKU Kota Sawahlunto.  

Dinding tempatnya bernaung, tumbuh besar, serta menyimpan sejuta kenangan manis bersama keluarga kini porak-poranda. Seng atap yang roboh terkulai, kayu penyangga yang menghitam, serta garis polisi yang membisu menjadi saksi betapa ganasnya musibah malam itu.  

Di tengah perjuangannya menuntut ilmu demi menata masa depan sebagai calon pendidik bangsa, Syifa harus menerima cobaan yang begitu berat. Tak ada yang tersisa dari rumahnya. Pakaian harian, kebutuhan pokok, hingga perlengkapan belajar dan perkuliahan seperti buku dan alat tulis ludes dilahap api.  

Mari Hadirkan Harapan: Uluran Tangan untuk Syifa dan Korban Kebakaran

Ujian hidup yang menimpa Syifa dan para korban kebakaran di Desa Sikalang tentu terlalu berat jika harus dipikul sendirian. Kepedulian, kebaikan hati, serta uluran tangan dari kita semua akan menjadi pilar penguat bagi mereka untuk bangkit berdiri menyusun kembali asa yang sempat hangus.  

Bantuan dan aksi kepedulian masyarakat dapat disalurkan dalam berbagai bentuk yang sangat dibutuhkan saat ini:  

Bantuan Finansial / Uang Tunai

Pakaian Layak Pakai

Perlengkapan Sekolah & Kuliah (Buku, alat tulis, dll.)  

Kebutuhan Pokok / Sembako

Bantuan Logistik Lainnya

Kanal Donasi dan Kontak Informasi

Bagi Bapak, Ibu, para dermawan, serta rekan-rekan yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu menyambung napas perjuangan Syifa dan keluarga, donasi uang tunai dapat disalurkan langsung melalui rekening penggalangan dana resmi berikut:  

Untuk konfirmasi pengiriman bantuan, penyaluran logistik barang, maupun informasi kondisi terkini korban, Anda dapat menghubungi tim kepedulian melalui Contact Person Roma Irawan 08285364539184. Donasi juga bisa langsung dikirimkan ke 7918137970 bsi atas nama Roma Irawan.

"Sedikit bantuan dan kebaikan dari kita hari ini sangat berarti untuk menyambung napas perjuangan serta mengukir kembali senyum mereka yang sedang tertimpa musibah. Semoga setiap rupiah dan barang yang disumbangkan menjadi amal jariyah yang berlipat ganda."

0 Komentar

silakan komentar yang berguna