Darurat Perlindungan Anak di Sumbar: LPA Minta Semua Pihak Bergerak Demi Indonesia Emas 2045

 


PADANG, KITAPUNYA.ID – Tren kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. 

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dan membutuhkan perhatian serius serta penanganan konkret dari seluruh elemen masyarakat.

Data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumatera Barat mencatat, pada tahun 2024 jumlah kasus kekerasan terhadap anak berada di angka 1.030 kasus. Angka tersebut melonjak menjadi 1.080 kasus pada tahun 2025. Sementara untuk tahun 2026, proses pendataan masih terus berjalan dengan harapan angka kekerasan tidak kembali mengalami kenaikan.

Ketua LPA Sumbar, Erry Gusman, menegaskan bahwa fenomena melonjaknya angka kekerasan ini tidak boleh dianggap angin lalu. Menurutnya, pemenuhan hak dan perlindungan anak bukan hanya beban atau tanggung jawab keluarga semata, melainkan tugas bersama seluruh komponen bangsa.

"Melihat angka kekerasan terhadap anak yang terus meningkat setiap tahunnya, kondisi ini mesti menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Hanya dengan kolaborasi yang kuat kita dapat menekan angka kekerasan sekaligus mewujudkan Sumbar sebagai daerah yang aman dan ramah anak," tegas Erry Gusman, Rabu (29/7/2026).

Anak Adalah Investasi Indonesia Emas 2045

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, menekankan pentingnya menjaga dan memelihara tumbuh kembang anak secara optimal. Ia menyebut anak sebagai amanah besar sekaligus investasi tertinggi bagi masa depan bangsa.

Arry menegaskan, pola penanganan dan perlindungan terhadap anak hari ini akan menentukan kualitas bangsa di masa mendatang, terutama dalam menyongsong visi besar nasional.

"Cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh bagaimana generasi saat ini memperlakukan anak-anak. Anak-anak yang mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan pendidikan yang baik hari ini akan tumbuh menjadi generasi emas yang siap membawa Indonesia menuju kemajuan," ujar Arry.

Pemerintah Provinsi Sumbar bersama LPA mengimbau masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, hingga tingkat keluarga menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak di Sumatera Barat.

0 Komentar

silakan komentar yang berguna