SURABAYA, KITAPUNYA.ID— Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan platform legal-tech terdepan di Indonesia, Hukumonline, guna meningkatkan literasi serta memberikan perlindungan hukum komprehensif bagi jurnalis perempuan di seluruh Indonesia.  

Lewat kolaborasi ini, seluruh anggota FJPI yang tersebar di berbagai daerah mendapatkan akses secara gratis ke platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) milik Hukumonline, yakni AIlex.  

Peresmian kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan berkas kemitraan oleh Chief Content Officer Hukumonline Robert Sidauruk dan Sekretaris Jenderal FJPI Tri Ambarwatie di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (27/7/2026). Acara ini turut disaksikan oleh pengurus pusat FJPI, pengurus daerah FJPI Jawa Timur, serta jajaran manajemen Hukumonline.  

Langkah strategis ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya kompleksitas tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan, baik saat menjalankan tugas peliputan di lapangan maupun dalam menghadapi kerentanan hukum di ruang redaksi.  

Sekretaris Jenderal FJPI, Tri Ambarwatie, mengungkapkan bahwa pemahaman hukum yang presisi dan akurat merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi jurnalis perempuan saat ini. Menurutnya, pekerja media perempuan kerap berada pada posisi dengan kerentanan berlapis. 

"Jurnalis perempuan menghadapi tantangan yang berlapis. Selain risiko kriminalisasi atas karya yang ditulis dan perundungan siber (cyberbullying), banyak jurnalis perempuan yang masih minim pemahaman terkait hak-hak ketenagakerjaannya—mulai dari hak atas keselamatan kerja, jaminan perlindungan dari kekerasan seksual di tempat kerja, hingga hak-hak maternal," tegas Tri.  

PDF

+ 2


Tri menambahkan, kekeliruan dalam memahami konstruksi atau istilah hukum saat penulisan berita juga berpotensi fatal dan dapat berbalik menjadi ancaman legal bagi jurnalis maupun media tempat mereka bernaung. Oleh sebab itu, kehadiran platform AIlex diharapkan mampu menjadi "sandaran pengetahuan hukum" yang kokoh, cepat, dan mudah diakses kapan saja.  

PDF

+ 1


Integrasi teknologi AIlex akan difokuskan untuk mendukung anggota FJPI pada dua area vital:  

PDF


Mitigasi Risiko & Riset Jurnalistik: Memudahkan jurnalis dalam memverifikasi regulasi, menganalisis pasal, serta memahami istilah hukum secara tepat sebelum berita diterbitkan. Hal ini guna melahirkan produk liputan yang aman dari jerat hukum dan berperspektif keadilan.  

PDF

+ 1


Navigasi Hak Ketenagakerjaan: Membantu jurnalis perempuan untuk mempelajari, memahami, dan memperjuangkan hak-hak hukumnya sebagai pekerja media secara mandiri dan berdaya.  

PDF


Dari pihak Hukumonline, kerja sama ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong hadirnya ekosistem pers yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi AI, serta berperspektif keadilan gender.  

Chief Content Officer Hukumonline, Robert Sidauruk, berharap ketersediaan teknologi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis jurnalis perempuan dalam meliput isu-isu publik, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja media.  

"Hukumonline telah memberikan layanan gratis penggunaan AIlex ini kepada sejumlah organisasi dan lembaga yang semuanya menyatakan sangat terbantu. Kami berharap ratusan anggota FJPI yang berada di 18 cabang di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan AIlex secara maksimal untuk meningkatkan kapabilitas mereka," ujar Robert.  

Kolaborasi ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat iklim kerja industri pers yang lebih ramah, adil, dan memberikan kepastian perlindungan hukum bagi para jurnalis perempuan di Tanah Air.