Cegah Bahaya Narkoba di Ruang Kerja, KAI Divre II Sumbar Gandeng BNN Gelar Deteksi Dini dan Edukasi Pegawai



PADANG, KITAPUNYA.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memantapkan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang berintegritas, sehat, serta bersih dari bahaya penyalahgunaan narkotika. 

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat pada Selasa (28/7/2026).  

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor KAI Divre II Sumbar tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid, S.H., M.H., serta jajaran manajemen dan pekerja KAI di wilayah Sumbar.  

Langkah strategis ini menjadi pijakan penting KAI dalam memperkuat budaya keselamatan kerja demi menghadirkan pelayanan transportasi publik yang aman dan andal bagi masyarakat.  

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api sangat bergantung pada kualitas dan keandalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengoperasikannya. Oleh karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja merupakan hal yang tidak bisa ditawar.  

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen KAI Divre II Sumbar dalam mendukung program nasional P4GN. Kami ingin memastikan setiap insan KAI memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkotika serta mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan kerja maupun masyarakat. Dengan SDM yang sehat dan berintegritas, kami dapat terus menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan terpercaya,” ujar Lutfi.  

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNP Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., memaparkan secara komprehensif mengenai ancaman peredaran gelap narkotika serta dampaknya yang merusak kesehatan, hubungan sosial, hingga menurunkan produktivitas kerja. Ia mengapresiasi langkah proaktif KAI Divre II Sumbar yang dinilainya sangat responsif dalam melindungi para pekerjanya. 

“Dunia usaha memiliki peran vital dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika. Kesadaran serta keterlibatan aktif dari jajaran manajemen hingga pekerja di lingkungan KAI sangat penting untuk menciptakan benteng pertahanan yang kuat dari ancaman peredaran gelap narkoba,” jelas Toton.  

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan P4GN dan prekursor narkotika antara KAI Divre II Sumbar dan BNNP Sumbar. Melalui PKS ini, kedua institusi sepakat untuk menjalankan berbagai program tindakan nyata secara berkelanjutan, mulai dari edukasi, sosialisasi rutin, deteksi dini melalui tes urine, hingga tindakan preventif lainnya di lingkungan KAI.  

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menambahkan bahwa sinergi bersama BNNP Sumbar ini menegaskan prinsip utama perusahaan yang menempatkan keselamatan operasional sebagai prioritas paling atas.  

“Keselamatan operasional kereta api tidak hanya ditentukan oleh keandalan sarana dan prasarana fisik, tetapi juga mental serta fisik para insan perkeretaapian. Sinergi bersama BNNP Sumbar ini adalah komitmen berkelanjutan kami untuk memastikan seluruh pekerja terbebas dari narkoba sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal dan bebas dari risiko,” tutup Reza.  

0 Komentar

silakan komentar yang berguna