Pendaki Ilegal Dibina, SOP dan Fasilitas Keselamatan Masih Disiapkan

 

Petugas memberikan pemahaman tentang larangan pendakian kepada pendaki liar Gunung Singgalang


BATUSANGKAR, KITAPUNYA.ID– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat mencegah sekitar 20 pendaki yang nekat mendaki Gunung Singgalang, Kabupaten Tanah Datar, meskipun kawasan tersebut masih ditutup untuk kegiatan pendakian.

Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sumbar, Isroi, menjelaskan bahwa para pendaki diamankan bersama petugas sebelum sempat melakukan pendakian. “Benar, ada sekitar 20 pendaki liar yang kami amankan karena berencana naik ke Taman Wisata Alam Gunung Singgalang,” ujarnya di Padang, Senin.

Selain pendaki, petugas juga menahan empat hingga lima warga setempat yang diduga bertindak sebagai pemandu. Penutupan kawasan ini berlaku untuk Gunung Singgalang, Gunung Tandikat, dan Gunung Marapi. “Ketiga gunung tersebut masih ditutup, terutama setelah erupsi Gunung Marapi pada 3 Desember 2023,” kata Isroi.

BKSDA memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para pendaki ilegal terkait larangan mendaki. Untuk Gunung Singgalang dan Gunung Tandikat, penutupan juga dilakukan karena fasilitas pendukung keselamatan pendaki masih minim, seperti rambu-rambu dan petunjuk arah jalur pendakian. Selain itu, BKSDA masih menyusun standar operasional prosedur (SOP) pendakian untuk mencegah kecelakaan di kawasan konservasi.

Selama masa penutupan, pengawasan diperketat oleh tim gabungan yang terdiri dari BKSDA, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. “Pengawasan kami tingkatkan, terutama saat momentum penting seperti peringatan 17 Agustus dan pergantian malam tahun baru,” tambah Isroi.(def*)

0 Comments