JAKARTA – Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 yang berpusat di Serang, Banten, mendapat perhatian khusus dari anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina.
Di tengah dinamika informasi yang kian pesat, legislator dari Dapil Sumbar I ini menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi yang tak tergoyahkan.
"HPN adalah momentum bagi insan pers untuk terus bekerja mengabarkan peristiwa, mengungkap fakta, dan menjadi penyambung aspirasi rakyat yang tersumbat," ujar Hj. Nevi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pers Sehat, Bangsa Kuat
Mengusung harapan agar pers Indonesia semakin berkualitas, Hj. Nevi menegaskan bahwa kesehatan ekosistem media berbanding lurus dengan kedaulatan ekonomi dan kekuatan bangsa. Menurutnya, di negara demokrasi sebesar Indonesia, kerja keras pers dalam mengawal keadilan tidak perlu diragukan lagi.
Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks. Mulai dari risiko di lapangan, dinamika ruang redaksi, hingga derasnya arus informasi dari media sosial yang kerap mengaburkan fakta.
Stop Intimidasi dan Jaga Etika Jurnalistik
Menanggapi isu keamanan jurnalis, Hj. Nevi memberikan pernyataan tegas terkait perlindungan profesi wartawan. Ia meminta agar segala bentuk tekanan terhadap insan pers segera dihentikan.
"Stop saat ini juga intimidasi dan kriminalisasi pers! Pers jangan sampai kalah oleh narasi-narasi di media sosial yang jauh dari kaidah jurnalistik. Publik masih sangat percaya bahwa pers adalah produk informasi yang patuh pada etika dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers," tegasnya.
Apresiasi untuk Jasa Pers
Menutup pernyataannya, Hj. Nevi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wartawan se-Indonesia yang hadir di Serang, Banten, maupun yang bertugas di berbagai pelosok daerah.
"Selamat Hari Pers Nasional 2026. Jasa kalian sangat besar bagi kemajuan negeri dan tegaknya demokrasi di tanah air. Tetaplah menjadi profesi yang setia mengawal negara. Salam pers!" pungkasnya.

0 Comments