Bencana Ancam Pangan Lebaran: Mahyeldi Desak Kementan Segera Pulihkan 25.000 Hektare Lahan Pertanian

 


KITAPUNYA ID, PADANG- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut kedatangan bantuan kemanusiaan masif senilai total Rp 75 Miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bantuan yang diangkut menggunakan KRI Banda Aceh ini tiba di Pelabuhan Teluk Bayur pada Minggu (7/12/2025).

Saat menyambut 250 ton logistik di dermaga, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, atas konsolidasi cepat bersama BUMN pangan dan mitra strategis.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Pertanian dan seluruh jajaran atas respons cepat ini. Kehadiran Ibu Kepala Badan (BPPSDMP) yang langsung menyerahkan bantuan ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam membantu masyarakat kami,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Kerusakan Meluas: 25.000 Hektare Lahan Mendesak Dipulihkan

Di tengah serah terima bantuan, Gubernur Mahyeldi secara khusus menyoroti bahwa tantangan terbesar pasca-bencana saat ini adalah pemulihan sektor pertanian demi mengamankan ketersediaan pangan regional.

Gubernur Mahyeldi mencatat adanya kerusakan lahan yang meluas dan mendesak. Total 25.000 hektare lahan pertanian di Sumbar dilaporkan terdampak, meliputi sawah, lahan kering, kebun, dan kolam perikanan.

Alsintan dan Saprodi Kebutuhan Mendesak

Untuk mengatasi krisis ini, Pemprov Sumbar sangat memerlukan intervensi segera berupa dukungan alat mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi (saprodi) untuk rehabilitasi cepat.

Mahyeldi menekankan pentingnya target waktu yang krusial: pemulihan harus tercapai agar lahan dapat ditanami kembali pada akhir Desember. Langkah ini vital untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman menjelang momen Puasa dan Lebaran.

“Harapan kita, beberapa bulan lagi kita akan menghadapi Puasa dan Lebaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berupa alat untuk membantu rehabilitasi, agar pada akhir Desember lahan-lahan ini dapat ditanami dan berproduksi kembali,” tegas Mahyeldi, menggarisbawahi urgensi intervensi Kementan.

Kementan Siap Tindak Lanjuti Permintaan

Menanggapi permintaan Gubernur Mahyeldi, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, memastikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan melakukan pendataan detail mengenai tingkat kerusakan lahan (ringan, sedang, berat). Data ini akan menjadi dasar percepatan penyaluran alsintan dan saprodi ke wilayah yang membutuhkan.

Pemprov Sumbar berkomitmen untuk berkoordinasi erat dengan TNI AL, Pelindo, dan Forkopimda guna memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar dan menjadikan pemulihan lahan pertanian sebagai prioritas utama dalam upaya recovery pasca-bencana.



0 Comments