Nevi Zuairina Dukung Spin Off Unit Bisnis Telkom: Efisiensi, Daya Saing, dan Strategi Menarik Investor Spesifik




KITAPUNYA ID, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menyatakan dukungan positif terhadap rencana pemisahan (spin off) unit bisnis yang akan dilakukan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Menurut Legislator dari Fraksi PKS ini, langkah korporasi tersebut merupakan strategi tepat yang berpotensi membawa dampak signifikan terhadap efisiensi perusahaan dan daya saing di pasar global.    Nevi Zuairina, yang mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, menilai bahwa pemisahan unit bisnis akan meningkatkan fokus operasional.

"Pemisahan ini akan meningkatkan fokus bisnis, agar unit yang dipisahkan bisa beroperasi lebih mandiri dan efisien, tanpa terhambat birokrasi perusahaan induk," kata Nevi.

Mengoptimalkan Daya Tarik Investor dan Restrukturisasi Keuangan

Lebih lanjut, Istri Gubernur Sumbar periode 2010-2020 ini berharap langkah spin off Telkom dapat menjadi jalan untuk mengoptimalkan penarikan investor, terutama bagi pihak yang memiliki minat spesifik pada bidang tertentu, seperti aset yang berkaitan dengan teknologi.

"Ini adalah cara untuk menarik investor yang lebih tepat, karena beberapa investor hanya tertarik pada segmen tertentu, misalnya teknologi atau energi," jelasnya.

Dampak positif lainnya adalah restrukturisasi keuangan. Menurut Nevi, pemisahan unit bisnis melalui penataan ulang struktur modal dapat memfasilitasi penyeimbangan kembali struktur modal serta membantu upaya pengurangan utang, baik pada tingkat perusahaan induk maupun anak usaha yang baru dibentuk.

"Restrukturisasi keuangan bertujuan untuk membantu mengurangi utang atau menyeimbangkan struktur modal antara perusahaan induk dan anak usaha," ujarnya.

Prioritas: Stabilitas Keuangan dan Pengamanan Aset Negara

Meskipun memandang positif, Nevi Zuairina juga mengingatkan manajemen Telkom mengenai potensi risiko yang harus diantisipasi. Ia menyoroti bahwa proses spin off biasanya memakan biaya besar, dan pasca pemisahan, perusahaan induk dapat mengalami penurunan pendapatan karena aset yang dipisahkan tidak lagi berkontribusi pada laporan keuangan konsolidasi.

"Ini akibat dari pasca spin-off, di mana perusahaan induk dapat mengalami penurunan pendapatan karena aset yang dipisahkan tidak lagi berkontribusi pada laporan keuangan mereka. Oleh karena itu, stabilitas keuangan dan arus kas perusahaan induk harus dipastikan aman, dan valuasinya harus akuntabel," tegas Nevi.

Selain itu, Nevi menyarankan agar Telkom memastikan saham negara tetap aman dan tidak terdilusi. Perlu juga diantisipasi adanya volatilitas harga saham jangka pendek pada perusahaan baru.

"Saham perusahaan yang baru didirikan seringkali mengalami pergerakan harga yang liar di awal perdagangan karena adanya penyesuaian harga dan strategi dari investor institusional," imbuhnya.

Sinergi Baru dan Pengawasan DPR

Nevi meminta manajemen Telkom segera membangun sinergi baru yang lebih produktif dan efisien. Ia juga mewanti-wanti agar bisnis yang dulunya menjadi satu kesatuan tidak kehilangan manfaat sinergi, seperti akses ke perbankan atau pinjaman antarperusahaan.

"Manajemen Telkom tetap fokus pada operasi bisnis inti. Buatlah tim khusus untuk proses ini, agar kinerja Telkom tetap stabil," pinta Nevi.

Sebagai penutup, Nevi Zuairina memastikan bahwa Komisi VI DPR akan terus memantau proses pengalihan ini dan berkoordinasi intensif dengan Telkom untuk memperoleh perkembangan serta memastikan langkah yang ditempuh berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi negara dan perusahaan.



0 Comments