Korban Erupsi Gunung Marapi Akan Mendapatkan Asuransi dan Santunan
Padang, Singgalang
Pemrov Sumbar melalui Dinas Sosial akan berupaya memberikan asuransi untuk seluruh korban erupsi Gunung Merapi.
Hal itu dikatakan langsung Gubernur Sumbar, Mahyeldi kepada awak media, Senin (4/12) malam.
“Nanti melalui Dinas Sosial akan diupayakan ada asuransi bagi korban yang meninggal dan yang luka-luka,” katanya.
Menurut Mahyeldi, asurnasi itu akan diberikan kepada keluarga korban tentu setelah semua data dirangkum terlebih dahulu.
Ditanya soal tangggung jawab pengelola TWA Gunung Marapi yaitu BKSDA Sumbar, gubernur menegaskan tuntu ada.
“Semua upaya yang sedang dilakukan adalah sebagai bagian dari tanggung jawab itu,” ungkapnya.
Lebihlanjut, Mahyeldi mengatakan bahwa saat ini pelayanan kesehatannya harus terjamin.
Mahyeldi menjamin seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung pemerintah. Bahkan saat ini untuk keluarja juga disiapkan ruang istirahat.
“Dengan alasan itulah saya menugaskan Rumah Sakit Achmad Mochtar untuk menyikapinya, makanya semua korban dibawa ke sana,” jelasnya.
Selain asuransi, Pemprov Sumbar juga akan mengupayakan santunan bagi korban erupsi Gunung Marapi tersebut. Sifatnya berupa rekomendasi ke Kemensos RI.
Pengajuan dilakukan oleh Kab/Kota kemudian diperkuat oleh provinsi dalam bentuk rekomendasi ke Kemensos
"Lazimnya setiap korban bencana akan selalu mendapat bantuan dari Kemensos, asalkan ada pengajuan sesuai mekanisme di atas," jelas Gubernur,
Sementara, RS Achmad Mochtar (RSAM) di Kota Bukittinggi menjadi pusat pelayanan medis bagi masyarakat korban erupsi Gunung Marapi, termasuk para pendaki gunung.
“Kita tetap bergerak. Dan kemarin malam sampai jam 11 kita di RS Achmad Mochtar masih ada korban yang berhasil dievakuasi tim SAR. Dan laporannya masih ada 20-an yang masih berada di atas. Selain itu saya juga ke posko Batu Palano, Tanahdatar, melihat kondisi secara langsung,” ujar Mahyeldi.
Dikatakannya, Tim BPBD, Basarnas, dan relawan terus bergerak mencari korban. Dinas Sosial dan dari Polda juga membuat dapur umum di sana, dibantu para relawan.
“Sekarang ini pelayanan kesehatannya harus terjamin. Karena itu saya tugaskan Achmad Mochtar untuk menyikapinya, makanya semua korban dibawa ke sana,” ujarnya.
Seperti diketahui, Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik setinggi 3 ribu meter pada Minggu (3/12). Puluhan pendaki gunung yang terdata pada sistem online BKSDA Sumbar mencatat sekitar 75 pendaki yang naik sejak Jumat (1/12).
Erupsi tiba-tiba itu menyebabkan pendaki terjebak di atas gunung, dan menimbulkan korban jiwa. Menurut Kakan SAR Kota Padang, Abdul Malik, Selasa (5/12) masih ada 12 pendaki dan 8 jenazah yang akan dievakuasi hari ini dari kawasan cadas Marapi. Via WA Dia menyebut hingga Senin pagi (4/12), Tim SAR total sudah mengevakuasi 49 pendaki.
Dua Dirawat di RSUP M.Djamil
Sementara, dua pasien luka bakar erupsi Marapi yang mulanya dirawat di RS AM Mukhtar Senin malam dirujuk ke RSUP M.Djamil Padang. Dua pasien itu berasal dari Padang dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki usia remaja.
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Dr M Djamil. Dr.dr. Bestari Jaka Budiman Sp.THT-KL (K), FICS, menjelaskan kondisi dua korban erupsi Marapi tersebut masing-masing mengalami luka bakar 30 dan 41 persen.
"Kondisi mereka sekarang ini cukup stabil dan dirawat di ruang khusus luka bakar. Kami akan memberikan layan terbaik untuk dua pasien korban erupsi Gunung Marapi tersebut,"ujarnya.
Dikatakannya,untuk biaya pengobatan dua korban erupsi Gunung Api itu akan ditanggung negara.
"Biasanya setiap korban bencana alam biaya pengobatannya ditanggung negara. Sekarang kami lakukan pelayanan dan perawatan terbaik," sebutnya.
Saat ini RSUP M. Djamil Padang juga sedang mempersiapkan ruangan khusus untuk pasien korban erupsi tambahan dari RS yang menampung para korban. 107/104/lek