![]() |
| Ketua Pusat Studi Hukum Unand, Prof. Dr. Yulia Mirwati, S.H., C.N., M.H. saat memberikan sambutan. |
PADANG, KITAPUNYA.ID— Kawasan pemukiman di Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kini berada dalam ancaman serius banjir kiriman yang kian parah dalam lima tahun terakhir.
Kompleks perumahan yang dibangun sejak era 1980-an ini terus dikepung genangan air setinggi 40 hingga 80 sentimeter setiap kali hujan deras mengguyur, bahkan hingga merendam Kantor Lurah setempat.
Peristiwa banjir besar pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 menjadi sinyal darurat bagi semua pihak. Merespons jeritan warga, Pusat Studi Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) turun langsung menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat berfokus pada penguatan sistem drainase lingkungan dan pengurangan risiko bencana, di Masjid Nurul Istiqlal, RW 14 Mutiara Putih, Batang Kabung Kecamatan Koto Tangan, Padang.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pusat Studi Hukum Unand, Prof. Dr. Yulia Mirwati, S.H., C.N., M.H., didampingi empat dosen bergelar doktor serta tim mahasiswa.
![]() |
| Pemateri memaparkan materi. |
Sekretaris Lurah Batang Kabung Ganting, Indrawati, mengungkapkan bahwa kendala utama di wilayahnya adalah banyaknya saluran drainase yang terputus dan tidak saling terhubung. Usulan perbaikan sejatinya telah berulang kali diajukan melalui Musrenbang, namun hingga kini belum mendapat penanganan konkret.
Senada dengan itu, Ketua RW 14 Yasril, S.H., membeberkan dua akar masalah utama. Pertama, tidak berfungsinya saluran sekunder buatan Perkim. Kedua, elevasi drainase kota yang lebih tinggi dari permukaan jalan serta banyaknya penutup saluran air yang dicor rapat oleh warga.
"Air hujan tidak mengalir ke saluran, tapi justru melimpah menutup jalan. Karena tertutup rapat dan mampet, drainase tersebut malah jadi sarang ular dan biawak," papar Yasril. Ia menambahkan, perbaikan di 12 RW dan 72 RT ini membutuhkan keterlibatan alat berat, alokasi anggaran besar, hingga skema Manunggal TNI.
![]() |
| Foto bersama tim Pusat Studi Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) dengan warga Komplek Muriara Putih Batang Kabung, Padang. |
Menanggapi fakta di lapangan, Prof. Yulia Mirwati menegaskan bahwa kehadiran tim hukum Unand bertujuan menyusun formulasi berbasis bukti (evidence-based policy) guna mendesak Pemerintah Kota Padang, Dinas PUPR, dan Dinas Perkim mengambil langkah tegas dan terukur.
"Pembangunan perumahan tanpa sistem drainase yang baik tidak boleh dibiarkan. Kami turun langsung untuk merumuskan rekomendasi kebijakan agar pemko segera membenahi tata kota dan infrastruktur yang rusak sebelum jatuh korban jiwa," tegas Prof. Yulia.
Poin-poin rekomendasi kebijakan dan langkah strategis yang didorong oleh Tim Unand meliputi, evaluasi izin pembangunan dan tata ruangan. Meminta Pemko Padang meninjau ulang perizinan pengembang perumahan serta pengawasan tata ruang antara kawasan pemukiman, perkantoran, dan ruang terbuka hijau.
Kemudian, Tim Pusat Studi FH Unand juga mendorong pemerintah daerah memfasilitasi pengadaan tanah untuk kepentingan umum guna membuka saluran air yang 'terkunci' di lahan kosong atau tanah ulayat, lengkap dengan skema ganti rugi yang layak dan adil tanpa memicu sengketa.
![]() |
| Ketua Pusat Studi Hukum Unand, Prof. Dr. Yulia Mirwati, S.H., C.N., M.H., dengan mahasiswanya. |
"Dalam hal ini juga perlu disosialsisakan prosedur hukum pembongkaran penutup drainase yang melanggar aturan, disertai edukasi agar warga tidak mengecor saluran air di depan rumah secara sembarangan. Kami juga mendorong kesadaran kolektif warga untuk mengelola sampah rumah tangga dengan baik, tidak membuang sampah ke saluran air, dan menghindari pembakaran sampah.
Selain itu Tim Pengabdian Unand, menyampakan terakit akselerasi skema mitigasi bencana berjenjang dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pemko dengan menghidupkan kembali tradisi gotong royong warga secara rutin.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat, hasil pengabdian ini diharapkan mampu memutus rantai banjir tahunan dan mewujudkan pemukiman yang aman, tertata, serta berkelanjutan di Batang Kabung Ganting.



