![]() |
| Ketua FJPI Sumbar periode sebelumnya, Nita Arifin menyerahkan hasil Musda kepada Ketua FJPI Sumbar yang baru Sri Dani. Ist |
Jurnalis senior dari RRI Padang tersebut terpilih untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan organisasi.
Pelaksanaan Musda yang diselenggarakan berlandaskan amanah organisasi dan agenda regenerasi kepengurusan ini berjalan khidmat dan lancar. Rangkaian acara diawali dengan laporan pertanggungjawaban pengurus periode lama, penyampaian sistematika pemilihan sesuai AD/ART oleh Steering Committee (SC), hingga penyampaian visi dan misi calon ketua.
Dalam kepemimpinan periode baru ini, Sri Dani bersama jajaran pengurus FJPI Sumbar berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas, kompetensi, serta perlindungan bagi jurnalis perempuan di Sumatera Barat. Selain itu, penyusunan program kerja strategis juga langsung dirumuskan pascapengesahan hasil pemilihan guna menjawab tantangan dunia pers ke depan.
Ketua FJPI Pusat, Khairiah Lubis, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus FJPI Sumatera Barat yang telah menyelenggarakan Musda periode ketiga.
![]() |
| Foto bersama anggota FJPI Sumbar dengan jajaran kepengurusan yang baru. Ist |
Ia berharap Musda tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas jurnalis perempuan di Sumatera Barat.
“Semoga ini menjadi momentum kita para jurnalis perempuan untuk solid dan kuat secara profesi, sekaligus menjadikan FJPI sebagai wadah kita bersama untuk saling merangkul dalam silaturahmi,” kata Khairina.
Dua Nama
Sidang Musda kemudian memasuki agenda pemilihan Ketua FJPI Sumatera Barat periode 2026–2029. Sidang dipimpin oleh Mona Sisca selaku pimpinan sidang.
Dalam proses pencalonan, peserta Musda mengusulkan dua nama sebagai calon Ketua FJPI Sumbar, yakni Harmalia Ocha, wartawan Zona Publis yang juga pernah menjadi wartawan TVRI Sumbar, dan Sri Darni, wartawan RRI Padang.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap persyaratan calon berdasarkan tata tertib (tatib) Musda, Harmalia Ocha dinyatakan belum memenuhi salah satu persyaratan pencalonan.
Dalam tatib FJPI, calon Ketua FJPI cabang diwajibkan telah bergabung dengan FJPI sekurang-kurangnya tiga tahun.
Setelah persyaratan tersebut dibahas dalam sidang, peserta Musda kemudian mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses pemilihan dengan satu calon yang memenuhi persyaratan.
Berdasarkan kesepakatan peserta dan hasil sidang, Sri Darni dinyatakan sah sebagai Ketua FJPI Sumatera Barat periode 2026–2029.
Penetapan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru FJPI Sumatera Barat untuk periode tiga tahun ke depan.
Ketua FJPI Sumbar periode 2023-2026 Nita Indrawati juga menyampaikan laporan kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan sebelumnya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, FJPI Sumatera Barat diharapkan semakin mampu menjadi ruang bersama bagi jurnalis perempuan untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas, jejaring, serta peran perempuan dalam dunia jurnalistik.
Musda dilakukan secara hybrid, online dan offline. Turut hadir dalam Musda FJPI Sumbar Sekjen FJPI, Trie Ambarwati, melalui link zoom meeting.
Profil Sri Dani: Rekam Jejak dan Sederet Prestasi Jurnalistik
Sri Dani dikenal sebagai sosok jurnalis perempuan yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pers Sumatera Barat. Karier kewartawanannya ditempah dari berbagai lini media, mulai dari Media Mingguan Canang, Padang Post, Harian Haluan, hingga kini mendedikasikan karyanya di Radio Republik Indonesia (RRI) Padang.
Di balik kiprah profesionalnya, putri dari pasangan (Alm.) Mudahar dan Sartini ini juga dikenal memiliki dedikasi tinggi pada dunia penulisan. Istri dari Fira Eka Putra serta ibu dari Ganesha ini telah mengukir berbagai prestasi manis dengan memenangkan aneka lomba penulisan karya jurnalistik, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sejumlah lomba yang dimenangkan Sri Dani diantaranya Kasau Award, LKJ TMMD, BTN Award dan Anugerah Jurnalistik MHT.

