PADANG, KITAPUNYA.ID — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bergerak cepat menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Bekerja sama dengan KAI Properti, KAI Divre II Sumbar menggelar pelatihan intensif selama tujuh hari (26 Agustus–3 September 2026) bagi 37 Petugas Jaga Lintasan (PJL) baru di Kantor KAI Divre II Sumbar, Padang.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap personel di lapangan memiliki kedisiplinan tinggi, pemahaman regulasi, serta keterampilan teknis yang mumpuni sebelum disebar ke berbagai titik wilayah kerja Sumatera Barat.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan pentingnya peran PJL sebagai garda terdepan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan.
"PJL merupakan ujung tombak dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Melalui pelatihan ini, kami memberikan pemahaman mendalam mengenai prosedur keselamatan, pengoperasian peralatan, penanganan kondisi tidak normal, hingga etika pelayanan publik," ujar Reza.
Materi Komprehensif dan Uji Praktik Lapangan
Untuk mencetak petugas yang tanggap dan profesional, pembekalan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kolaborasi lintas unit, seperti Unit Operasional, Jalan dan Jembatan, Legal, hingga Unit Keselamatan.
Sisi Teori & Regulasi: Peserta dibekali pemahaman perundang-undangan, Peraturan Dinas, semboyan kereta api, standar operasional prosedur (SOP), jadwal perjalanan, hingga safety intermediate.
Sisi Praktik Teknis: Peserta dilatih langsung mengoperasikan peralatan pintu perlintasan, mengggunakan alat telekomunikasi, merespons situasi darurat (kondisi tidak normal), serta melakukan pencatatan laporan penjagaan.
Wajib Sertifikasi Resmi Dephub
Saat ini, KAI Divre II Sumbar telah mempekerjakan 109 personel PJL yang seluruhnya mengantongi sertifikasi resmi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Sebanyak 37 peserta pelatihan baru ini pun diwajibkan menjalani proses uji sertifikasi serupa sebelum resmi bertugas.
Program peningkatan kompetensi ini dipastikan akan berjalan secara berkala sebagai bagian dari program keselamatan terpadu KAI.
"Keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kolaborasi antara kompetensi petugas, kepatuhan prosedur, dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan," tutup Reza.
