![]() |
| Foto bersama usai pelatihan antara masyarakat dengan jajaran terkait lainnya. Ist |
AGAM, KITAPUNYA.ID - Semangat bangkit pasca-bencana terus bertumbuh di Hunian Sementara (Huntara) Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya.
Melalui Program Klasterisasi 2026: Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau, Pemerintah Kabupaten Agam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersinergi memberdayakan ekonomi warga terdampak.
Pelatihan yang digelar pada Rabu (12/8/2026) ini memasuki pertemuan keempat setelah tiga sesi pembekalan sebelumnya. Program ini secara khusus mendorong optimalisasi komoditas perikanan Danau Maninjau agar memiliki nilai jual dan daya saing lebih tinggi, salah satunya melalui produksi ikan asap.
Dukungan Alat Hingga Pendampingan Strategis
Untuk memastikan keberlanjutan usaha warga, PNM memberikan bantuan konkret berupa unit oven pembuat ikan asap untuk kelompok masyarakat di Huntara Linggai. Alat ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi serta menjaga standar kebersihan dan kualitas produk.
Kegiatan pelatihan dan penyerahan bantuan ini dihadiri langsung oleh:
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana, S.H., M.H.
Kepala PNM Cabang Padang beserta jajaran dan tim PNM Pusat
Perwakilan Pemkab Agam dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Agam
Wali Nagari Duo Koto serta kelompok masyarakat binaan PNM Huntara Linggai
Jalan Baru Menuju Kemandirian Ekonomi
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Agam turut mengambil peran penting dalam memberikan materi pendampingan teknis dan tata kelola pemasaran. Olahan ikan asap ini diharapkan tidak berhenti sebagai hasil pelatihan saja, tetapi bertransformasi menjadi unit usaha produktif yang menopang ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Melalui sinergi BNPB, PNM, dan Pemkab Agam, pemulihan pasca-bencana di Tanjung Raya tak hanya menyasar hunian fisik, tetapi juga membangun jalan baru bagi masyarakat Huntara Linggai untuk mandiri dan sejahtera dari potensi alam mereka sendiri.
.jpg)