BATUSANGKAR, KITAPUNYA.ID — Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tidak boleh menyurutkan laju pembangunan di Kabupaten Tanah Datar. Wakil Bupati Ahmad Fadly menegaskan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu program unggulan dan strategis tidak pasrah pada keadaan, melainkan lebih kreatif menjemput peluang luar.
Arah tegas tersebut disampaikan Wabup Ahmad Fadly saat memimpin Rapat Koordinasi Program Unggulan dan Program Strategis Daerah di Aula Eksekutif, Rabu (2/9/2026), yang dihadiri Kepala Bappeda Litbang Adriyanti Rustam serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP4D).
“Efisiensi anggaran memang berdampak, tetapi OPD pengampu harus mampu melahirkan inovasi dan menangkap peluang yang ada,” tegas Fadly.
Ia mendorong setiap instansi untuk aktif menyelaraskan program daerah dengan bantuan Kementerian/Lembaga di tingkat pusat, salah satunya sektor pertanian. Selain itu, keterlibatan pihak swasta menjadi kunci penting pengganti keterbatasan APBD.
“Mari kita dukung dan permudah investor menanamkan modal di daerah. Dampaknya bisa dirasakan langsung melalui dana CSR, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga penggunaan bahan baku dari daerah,” lanjutnya.
Capaian Triwulan II dan Strategi Percepatan
Dalam rapat tersebut, Kepala Bappeda Litbang Adriyanti Rustam memaparkan evaluasi 10 Program Unggulan dan 7 Program Strategis hingga Triwulan II 2026. Ia mengungkapkan adanya ketimpangan capaian antarprogram akibat kendala anggaran, regulasi, dan administrasi.
“Program dengan capaian rendah perlu mendapat perhatian khusus dan segera dilakukan percepatan,” ujar Adriyanti.
Guna mengejar target akhir tahun, Bappeda menginstruksikan penguatan koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat pemerintahan nagari agar seluruh eksekusi program berjalan presisi dan tepat sasaran.
