PADANG, KITAPUNYA.ID – Kondisi kualitas udara di sejumlah daerah Sumatera Barat yang berada di sekitar perbatasan dengan Provinsi Riau terpantau berada pada level sedang dan di beberapa lokasi mulai mengarah ke kategori tidak sehat.
Informasi tersebut berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang, Kabupaten Agam, pada Selasa (8/9/2026).
Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, menyampaikan bahwa daerah yang berdekatan dengan Riau, termasuk wilayah Limapuluh Kota, mengalami kualitas udara dari kategori sedang hingga berpotensi tidak sehat.
“Pangkalan, Harau atau Limapuluh Kota relatif berada di antara kategori sedang sampai tidak sehat. Kemudian Dharmasraya karena wilayahnya berbatasan dengan Riau,” ujar Sugeng kepada Katasumbar.
Ia menjelaskan, hasil pengukuran konsentrasi PM2,5 di wilayah Limapuluh Kota berada pada rentang 41,5 hingga 48 mikrogram per meter kubik. Meski masih tergolong kategori sedang, angka tersebut dinilai cukup tinggi.
Berdasarkan parameter PM2,5, kualitas udara dikategorikan baik apabila konsentrasinya berada pada rentang 0–15 mikrogram per meter kubik. Selanjutnya, konsentrasi 15–55,4 mikrogram per meter kubik masuk kategori sedang, sedangkan kadar di atas 55,5 mikrogram per meter kubik tergolong tidak sehat.
Selain Limapuluh Kota dan Dharmasraya, sejumlah daerah lain seperti Sijunjung dan Solok Selatan juga memiliki wilayah yang berdekatan dengan kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sugeng mengatakan, daerah Sumbar yang berbatasan langsung dengan kawasan terdampak karhutla tersebut meliputi Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di wilayah perbatasan cenderung lebih buruk.
“Yang berbatasan itu Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung dan Solsel. Daerah-daerah itu berbatasan dengan wilayah yang terdampak karhutla. Jadi, wilayah kita yang berbatasan dengan Riau terlihat lebih mengarah ke kondisi tidak sehat,” jelasnya.
Sementara itu, kawasan pesisir barat Sumatera Barat, termasuk Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, secara umum masih berada dalam kategori kualitas udara sedang.(def*)
