![]() |
| Penyerahan MockUp Desa Brilian Nagari Palangki, Sijunjung |
SIJUNJUNG, Kitapunya.id - Ada semangat berbeda yang terasa di Desa Palangki, Kecamatan IV Nagari, 1 September 2026, Selasa pagi. Hari itu, halaman kantor Nagari tidak hanya dipenuhi warga, tapi juga oleh harapan. Harapan bahwa desa kecil ini bisa jadi contoh besar.Perwakilan Manajemen BRI Cabang Sijunjung datang.
Bukan membawa pinjaman, bukan juga formulir pembukaan rekening. Yang mereka bawa adalah mockup apresiasi atau sebuah simbol penghargaan untuk Desa BRILian Palangki atas kerja kerasnya selama ini. Penyerahan dilakukan langsung di hadapan perangkat Nagari dan masyarakat. Momen sederhana, tapi maknanya dalam BRI melihat, BRI mendengar, dan BRI bangga.
Program Desa BRILian memang lahir dari gagasan sederhana. Bagaimana kalau bank tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor, tapi justru turun ke desa, menggali potensi, lalu menumbuhkannya bersama-sama. Dan Palangki membuktikan itu bisa.“Kami memberikan apresiasi kepada Desa BRILian Palangki atas semangat dan komitmen masyarakat dalam mengembangkan potensi desa”, ujar Arvresko Nanda, Pemimpin BRI Cabang Sijunjung.
“Kami berharap apresiasi ini jadi motivasi untuk terus berinovasi, terus bergerak, dan mendorong kemajuan Nagari secara berkelanjutan", tambahnya. Karena warga Palangki tahu, apresiasi tidak datang begitu saja. Di balik itu ada pelatihan UMKM, ada pendampingan digitalisasi, ada gerakan menanam, ada pasar desa yang mulai hidup lagi. Ada anak-anak muda yang mulai berani jualan online. Ada ibu-ibu PKK yang produk kerajinannya kini punya label sendiri.
Arvresko menegaskan, Nagari adalah titik awal dari pertumbuhan ekonomi. Kalau Nagari kuat, maka kabupaten ikut kuat.“Nagari punya peran penting. Potensi lokal harus diangkat, dikolaborasikan antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder seperti BRI”, lanjutnya. Ia juga menyampaikan harapan besar: agar Palangki tidak berhenti di sini. BRI berkomitmen terus mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa. "Kami berharap Desa BRILian Palangki bisa terus berkembang, dan jadi inspirasi bagi Nagari-Nagari lain di Sijunjung,” tambahnya.
Mockup apresiasi yang diserahkan hari itu bukan sekadar plakat. Ia adalah cermin bahwa kerja gotong royong warga Palangki sudah dilihat dan diakui. Cermin bahwa semangat “membangun dari bawah” masih relevan di era digital ini. Bagi BRI, Desa BRILian bukan program seremonial. Ini tentang kehadiran. Tentang duduk bersama di balai desa, mendengarkan keluh kesah petani, membantu membuatkan pembukuan untuk kelompok tani, sampai mengajarkan cara pakai BRImo ke pedagang pasar.
Sinergi seperti inilah yang ingin terus diperkuat. Karena pembangunan tidak bisa jalan kalau hanya satu pihak yang bergerak. Pemerintah Nagari menyediakan arah. Masyarakat menyediakan tenaga dan kreativitas. BRI menyediakan akses, literasi, dan dukungan pembiayaan. Hasilnya? Jalan desa makin ramai. Produk lokal makin dikenal. Anak muda tidak lagi berbondong-bondong merantau, karena di kampung sendiri sudah ada peluang. Penyerahan mockup itu ditutup dengan diskusi ringan. Warga menyampaikan mimpi-mimpi mereka ingin ada wisata edukasi, ingin koperasi desa makin maju, ingin pasar digital untuk produk Palangki.
BRI mendengarkan dan mencatat, karena pada akhirnya, membangun desa bukan tentang seberapa besar bantuannya. Tapi tentang seberapa tulus kita percaya bahwa dari Nagari kecil seperti Palangki, bisa lahir perubahan besar.(*)
