PADANG, KITAPUNYA.ID - Pemerintah Kota Padang terus memperkuat persiapan untuk meraih pengakuan sebagai Kota Gastronomi dunia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi bersama Tim Dossier Pusat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (23/7/2026).
Rapat yang dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran, tersebut difokuskan pada penyempurnaan dokumen nominasi sebelum diajukan dalam proses seleksi nasional menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Pertemuan itu turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Koordinator Tim Penyusun Dossier Haris Satria, perwakilan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media (ABCGM), serta sejumlah kepala OPD. Sementara Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura, mengikuti rapat secara virtual melalui Zoom.
Fadly Amran mengatakan, rapat pleno menjadi tahapan penting untuk memastikan dokumen yang telah disusun memenuhi seluruh kriteria penilaian yang dipersyaratkan.
Menurutnya, berbagai pihak telah berkontribusi dalam penyusunan dossier melalui kolaborasi ABCGM, sementara masukan dari tim pusat akan menjadi bahan penyempurnaan agar dokumen semakin kuat.
Ia menambahkan, pembaruan isi dossier dilakukan dengan menyesuaikan rekomendasi dari asesor dan tim penilai sehingga potensi kuliner serta kekayaan gastronomi Kota Padang dapat tergambar secara maksimal.
Upaya menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi juga sejalan dengan tema Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun 2026, yaitu "Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City." Apabila berhasil melewati seleksi tingkat nasional, Kota Padang akan melanjutkan penilaian di tingkat internasional pada tahun 2027.
Fadly berharap pencalonan tersebut dapat membawa manfaat besar bagi daerah, terutama dalam mendorong perkembangan sektor kuliner, pariwisata, dan penyelenggaraan berbagai event yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, anggota Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari, mengungkapkan bahwa penyusunan dossier Padang Gastronomy City telah rampung sepenuhnya.
Meski demikian, dokumen masih memerlukan sejumlah penyempurnaan agar memiliki karakter yang lebih kuat dan mampu menunjukkan keunikan Kota Padang dibandingkan daerah lain.
Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah memperkuat aspek kesetaraan gender dengan menonjolkan peran Bundo Kanduang dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan tradisi gastronomi sebagai bagian dari identitas budaya Minangkabau. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi nilai tambah dalam proses penilaian.
Di sisi lain, Koordinator Dossier Padang, Haris Satria, menjelaskan bahwa batas akhir pengiriman dokumen ke UCCN dijadwalkan pada 28 Juli 2026.
Setelah pengajuan dilakukan, Tim Dossier Pusat akan melaksanakan proses verifikasi sebelum memasuki tahapan seleksi berikutnya.
Haris menyebutkan, rangkaian seleksi akan dimulai dengan penetapan 10 besar Kota Gastronomi Indonesia pada Agustus 2026, dilanjutkan pemilihan enam besar, hingga memperoleh rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).
Selanjutnya, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU akan mengawal proses pengajuan nominasi Kota Padang ke UNESCO pada 2027.(def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna