bermula dari hasil alam di kampung halamannya di Mandailing Natal. awalnya sediikti 10-20 KG. ketika di jual ke pasar raya, oedagangnya bilang berapa ada saya ambil.
kondisi itu membuat nia bersemangat untuk mencari saka anau lebih banyak di kampung halamannya.
sebab setelah dia survei kulaitas gula aren di daerahnya punya kualitas bagus dibanding daerah lain. karena hasilnya sedikit saya bisa dapat barang bagus dari petani tertentu.
pengumpulan kedua saya dapat 500 kg. ketika itu mulai tahun 2015.
ketika covid permintaan tinggi. karena masyarakat butuh banyak gula merah untuk mengolah obat2 tradisional u obat.
diakhir covid penjualan mulai stag karena daya beli menurun drastis.
nia mulai memutar otak agar produknya tetap jalan. jalan keluarnya dengan memasok ke mini market, namun produknya yang saat itu belum dikemas menarik, pihak mini market menolak. harus dikemas dulu baru bisa masuk dengan ukuran yang sesuai selera pasar dan pakingan yang bagus.
lahirlah produk kami nahira padat.