Cetak Sejarah! BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun di Bawah Supervisi Danantara

 


JAKARTA, KITAPUNYA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali membuktikan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di Indonesia. 

Di bawah fase baru pengelolaan dan supervisi Danantara, bank BUMN terbesar ini sukses mencatatkan rekor sejarah dengan menetapkan pembagian total dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346,00 per saham.

Keputusan jumbo ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (10/4/2026). Nilai tersebut menjadi dividen tertinggi sepanjang sejarah BRI, sekaligus menempatkan perseroan berkode saham BBRI ini sebagai salah satu kontributor pendapatan negara terbesar.

Langkah strategis ini mengacu pada raihan laba bersih konsolidasian BRI tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Moncer di Awal 2026: Laba dan Kredit Tumbuh Double Digit

Tren positif BRI tidak berhenti di tahun lalu. Memasuki Triwulan I 2026, BRI langsung tancap gas dengan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, atau tumbuh melejit 13,7% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan ini disokong oleh fungsi intermediasi yang sangat agresif namun terukur:

Penyaluran Kredit: Mencapai Rp1.562 triliun (naik 13,7% yoy).

Dana Pihak Ketiga (DPK): Tercatat sebesar Rp1.555 triliun (tumbuh 9,4% yoy).

Efisiensi pendanaan pun semakin matang. Berkat ekosistem digital seperti BRImo, Qlola, Business Merchant, dan QRIS, dana murah (CASA) BRI melonjak 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun. Hal ini sukses mengerek rasio CASA ke angka 68,07% sekaligus memangkas Cost of Fund (CoF) secara drastis dari 3% menjadi hanya 2,3%.

Amunisi Baru Lewat "BRIVolution Reignite" & Rebranding

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi, BRI kini tengah menggeber program transformasi bertajuk BRIVolution Reignite. Program ini dirancang untuk memperkuat struktur pendanaan, mempercepat digitalisasi, dan mengoptimalkan produktivitas dengan pendekatan yang berorientasi pada nasabah (customer-centric).

Melengkapi transformasi tersebut, BRI juga telah melakukan corporate rebranding bertepatan dengan HUT ke-130 pada akhir tahun lalu.

“Melalui corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan, tanpa meninggalkan nilai utama kami, yaitu DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran sebagai agent of development,” tegas Direktur Utama BRI, Hery Gunardi.

Hery juga menambahkan bahwa kehadiran Danantara menjadi momentum emas bagi BRI untuk mempercepat transformasi dan menyukseskan program strategis serta prioritas pemerintah.

Nyata untuk Rakyat: Jawara KUR dan KPP di Indonesia

Komitmen BRI sebagai motor penggerak ekonomi bawah dibuktikan lewat realisasi di lapangan hingga pertengahan tahun 2026:

Sektor UMKM & Tani (KUR): Sepanjang Januari–Mei 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun (46,87% dari target plafon Rp180 triliun). Menariknya, 67,18% dialokasikan ke sektor produktif, di mana sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan kucuran Rp35,91 triliun.

Sektor Hunian Rakyat (KPP): Hingga 31 Mei 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) BRI menembus Rp9,5 triliun bagi 68.212 debitur. Melihat tingginya minat masyarakat, BRI mendongkrak alokasi kuota KPP 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, menjadikannya bank penyalur KPP terbesar di tanah air.

Pemberdayaan Desa: Hingga saat ini, BRI secara konsisten telah membina 5.245 Desa BRILiaN, merangkul 15,6 juta pengguna platform LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha lewat program "Klasterku Hidupku".

Gurita Bisnis BRI Group Kian Kokoh

Kekuatan BRI saat ini tidak hanya bertumpu pada induknya saja. Di bawah koordinasi Danantara, sinergi BRI Group terbukti semakin solid. Perusahaan-perusahaan anak tercatat menyumbang laba sebesar Rp3,89 triliun pada Triwulan I 2026, atau setara 25,1% dari total laba bersih konsolidasian grup.

Apresiasi besar juga datang dari Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria. Ia menilai performa apik bank-bank Himbara, termasuk BRI, merupakan pilar utama dalam menyokong agenda hilirisasi, infrastruktur, manufaktur, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

"Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan," pungkas Dony.


0 Komentar

silakan komentar yang berguna