PARIAMAN, KITAPUNYA.ID - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami dengan memasang 101 rambu penunjuk jalur evakuasi di berbagai kawasan pesisir.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mitigasi bencana dan memberikan panduan yang jelas bagi masyarakat saat terjadi keadaan darurat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra, mengatakan seluruh rambu tersebut telah selesai dipasang dan mayoritas berada di sepanjang wilayah pantai. Menurutnya, pemasangan rambu dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pariaman Tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp186 juta.
Ferry menjelaskan, rambu-rambu tersebut berfungsi untuk mengarahkan warga menuju lokasi evakuasi melalui jalur yang telah ditetapkan. Keberadaan fasilitas ini dinilai penting karena Kota Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.
Ia mengungkapkan, sebelumnya jalur evakuasi sebenarnya sudah dilengkapi penunjuk arah. Namun, sebagian besar rambu mengalami kerusakan akibat usia pemakaian, sementara sejumlah jalur lainnya belum memiliki penanda sama sekali.
Meski penambahan rambu telah dilakukan pada tahun ini, BPBD masih menemukan beberapa jalur evakuasi yang memerlukan pemasangan rambu tambahan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berencana melanjutkan program tersebut secara bertahap, termasuk mengganti rambu yang rusak dan memasang penunjuk arah baru sesuai kemampuan anggaran.
Usulan penambahan rambu juga akan kembali diajukan pada 2027 dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
Saat ini Kota Pariaman memiliki 22 titik evakuasi akhir yang memanfaatkan berbagai fasilitas umum yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai lokasi perlindungan sementara apabila terjadi tsunami.
Selain memperjelas jalur penyelamatan, pemasangan rambu tersebut diharapkan dapat mendukung pemanfaatan teknologi High Frequency (HF) Radar Array yang telah beroperasi di Kota Pariaman.
Teknologi ini sebelumnya diresmikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mempercepat penyediaan informasi mengenai kondisi laut sekaligus meningkatkan sistem peringatan dini terhadap ancaman tsunami.
Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani, menyebutkan HF Radar Array memiliki jangkauan pemantauan hingga sekitar 150 kilometer dan telah dipasang di dua lokasi di wilayah Sumatera Barat guna memperkuat sistem mitigasi bencana di kawasan pesisir.(def*)

0 Komentar
silakan komentar yang berguna